10 Desa di Luwu Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana, 6 Diantaranya Didampingi MDA

10 Desa di Luwu Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana, 6 Diantaranya Didampingi MDA

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sebanyak 10 desa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan resmi ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh Bupati Luwu H. Patahudding di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Minggu (20/9/2026).

 

Enam dari 10 desa tersebut merupakan desa yang mendapat pendampingan program Destana melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).

 

Dimana pengukuhan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi ancaman risiko bencana. Sebanyak enam desa mendapatkan pendampingan khusus melalui kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu, MDA, dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).

 

Enam desa yang didampingi meliputi Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung di Kecamatan Latimojong, serta Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat. Sementara empat desa lainnya yang turut ditetapkan adalah Desa Karangkar.

 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko bencana daerah, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

 

Sementara itu, empat desa lainnya yang turut ditetapkan mencakup Desa Karangkarangan, Lengkong, dan Padang Kalua di Kecamatan Bua, serta Desa Bosso Timur di Kecamatan Walenrang Utara.

 

Program ini merupakan bagian dari pilar Jaga Keselamatan Desa milik MDA yang dihimpun melalui aspirasi warga dalam FORDES MATAPPA. Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Luwu bertindak sebagai instansi pengarah utama.

 

Kolaborasi antar-lembaga ini juga meluncurkan WebGIS Destana, yakni sistem informasi geospasial berbasis web yang memetakan histori kejadian, potensi, dan titik rawan bencana demi mendukung mitigasi wilayah.

 

Rangkaian acara pengukuhan turut diisi simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan tim BPBD, anggota Destana, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Emergency Response Team (ERT) MDA.

 

Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam mengantisipasi ancaman bencana di wilayah tersebut. Also Read BRIN Petakan Langkah Mitigasi Gempa Megathrust di Indonesia BRIN Petakan Langkah Mitigasi Gempa Megathrust di Indonesia

 

“Alhamdulillah, dengan hadirnya MDA dan Universitas Cokroaminoto untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, kita menghasilkan beberapa program yang bisa memitigasi bencana yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Mudah- mudahan bencana tidak terjadi lagi,” ujar Patahudding, Bupati Luwu.

 

Pengalaman menghadapi bencana pada 2024 menjadi bahan evaluasi penting, khususnya bagi warga Kecamatan Latimojong. Patahudding berharap cakupan Destana dapat terus diperluas hingga ke wilayah lingkar tambang maupun daerah lain di Kabupaten Luwu.

 

Pihak swasta menegaskan bahwa kesiapan menghadapi kondisi darurat harus dibentuk secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas warga.

 

“Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana terjadi. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya kesiapan menghadapi kondisi darurat, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta mengelola risiko di wilayahnya. Melalui kolaborasi dengan BPBD, PUSPENA UNCP, FORDES MATAPPA dan masyarakat desa, kami berharap kapasitas yang telah dibangun dapat terus diperkuat,” ujar Muhammad Suhada, Direktur Human Capital and Corporate Service MDA.

 

Pendampingan akademis juga difokuskan agar pemerintah desa dan warga dapat mengelola informasi mitigasi secara mandiri.

 

“Masyarakat didorong untuk mampu mengenali potensi dan risiko bencana di wilayahnya, memahami langkah mitigasi, serta memiliki kapasitas untuk merespons kondisi darurat. WebGIS Destana juga menjadi bagian dari upaya menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung kesiapsiagaan berbasis kondisi wilayah,” ujar Ichwan Muis, Ketua PUSPENA UNCP.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News