17 Mei: Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi

17 Mei: Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Tanggal 17 Mei 2026 bukan sekadar hari biasa. Ada tiga peringatan penting yang jatuh bersamaan pada Minggu ini, masing-masing menyentuh aspek fundamental kehidupan: literasi, kesehatan, dan teknologi komunikasi.

Ketiganya adalah:
– Hari Buku Nasional (Indonesia)
– Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day)
– Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia (World Telecommunication and Information Society Day)

Meski berbeda tema, satu benang merah menyatukannya: kesadaran. Kesadaran untuk membaca, menjaga tubuh, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

1. Hari Buku Nasional: Mengingat Pentingnya Literasi

Di Indonesia, setiap 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Penetapan ini merujuk pada berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0164/O/1980 yang ditandatangani Daoed Joesoef.

Perpustakaan Nasional RI sendiri lahir dari penggabungan koleksi beberapa perpustakaan, termasuk Perpustakaan Museum Nasional dan Pusat Pembinaan Perpustakaan.

Gagasan Hari Buku Nasional dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar, Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Megawati Soekarnoputri. Tujuannya sederhana namun strategis: meningkatkan minat baca masyarakat dan memperkuat budaya literasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa buku tetap relevan sebagai sumber ilmu pengetahuan, meski gawai dan media sosial mendominasi keseharian.

2. Hari Hipertensi Sedunia: Si Pembunuh Senyap

Tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia ( World Hypertension Day ). Momentum ini diprakarsai oleh World Hypertension League (WHL) – organisasi internasional yang fokus pada edukasi dan pencegahan tekanan darah tinggi.

Mengapa hipertensi berbahaya? Karena ia dijuluki silent killer atau pembunuh senyap. Pada tahap awal, hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa memicu:

– Stroke
– Gagal jantung
– Gangguan ginjal
– Demensia

Peringatan ini pertama kali digelar pada 2005. Sejak 2006, tanggal 17 Mei ditetapkan secara resmi sebagai Hari Hipertensi Sedunia.

Tujuannya: meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga tekanan darah normal melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, dan pengaturan konsumsi makanan (terutama garam).

3. Hari Telekomunikasi: Dunia Tanpa Batas

Peringatan ketiga adalah Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia (World Telecommunication and Information Society Day). Tanggal 17 Mei dipilih karena bertepatan dengan berdirinya International Telegraph Union pada 17 Mei 1865.

Organisasi tersebut kini dikenal sebagai International Telecommunication Union (ITU) – badan khusus PBB yang menangani teknologi informasi dan komunikasi, bermarkas di Jenewa, Swiss.

Momentum ini mengingatkan kita akan peran penting teknologi telekomunikasi dalam kehidupan modern. Internet, jaringan seluler, dan satelit memungkinkan:

– Konektivitas instan antar belahan dunia
– Akses informasi real-time
– Pertumbuhan ekonomi digital (e-commerce, fintech, remote working)

Namun, di balik kemudahan itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Hoaks, kecanduan gawai, dan kejahatan siber menjadi tantangan yang tak kalah serius.

Tiga Pilar Kehidupan Modern

Literasi, kesehatan, dan teknologi bukanlah hal yang berdiri sendiri. Hari Buku Nasional mengajak kita menambah wawasan. Hari Hipertensi Sedunia mengingatkan kita menjaga tubuh. Hari Telekomunikasi mendorong kita cakap digital.

Ketiganya bersatu pada 17 Mei. Sebuah refleksi bahwa manusia modern perlu seimbang: cerdas, sehat, dan terhubung. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG