32 Dosen dari Universitas Cokroaminoto Makassar Edukasi Warga Toddopulia Maros

32 Dosen dari Universitas Cokroaminoto Makassar Edukasi Warga Toddopulia Maros

MAROS,HARIAN.NEWS – Program Studi (prodi) Hubungan Masyarakat (humas) Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) memberi edukasi kepada warga Desa Toddopulia, Maros, Selasa (29/8/2023).

Ketua Prodi Humas UCM, Mahmud M.Si mengungkapkan, selain prodi humas, terdapat tujuh prodi lainnya ikut memberi edukasi.

Edukasi ini merupakan implementasi dari pengabdian masyarakat bagi para dosen di UCM yang dipromotori oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

“Sebanyak 32 dosen ikut serta. Mereka semua dari delapan prodi di UCM,” ujarnya.

Prodi tersebut yakni kebidanan dan administrasi rumah sakit, manajemen, ekonomi syariah, pertanian, teknik, pendidikan agama islam, dan humas.

“Setiap prodi masing-masing bawa materi edukasi berbeda-beda. Tercatat total peserta yang hadir sebanyak 115 warga dan 14 aparat desa,” ungkapnya.

Dosen Humas, Agung Tanrasula M.I.Kom mengungkapkan, pihaknya memberi edukasi terkait fotografi, digitalisasi dan public relation kepada aparat desa.

“Desa Toddopulia punya potensi yang perlu dikembangkan melalui peran media. Olehnya kami beri materi yang sesuai kebutuhan. Apalagi kepala desanya adalah alumni Humas UCM,” ungkapnya.

Agung menambahkan, guna memaksimalkan publikasi desa dibutuhkan gambar yang bagus. Peran tenaga fotografi menjadi sangat penting.

“Jika fotografer mampu mengambil foto yang bagus lalu dipublikasikan pada media yang tepat, maka dapat berdampak baik bagi promosi desa,” ungkapnya.

Ketua LPPM UCM, Dr. Yusuf mengatakan, setiap dosen memiliki kewajiban untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang terdiri dari pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Tugas dosen melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Salah satunya pengabdian masyarakat, wujudnya seperti yang kita lakukan ini, beri edukasi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dr. Yusuf, dipilihnya Desa Toddopulia karena lokasinya tak jauh dari Kota Makassar.

Terdapat sejumlah potensi yang dapat dioptimalkan seperti pertanian, wisata desa, dan pemanfaatan bambu.

“Ada beberapa potensi yang kita lihat, makanya kita datang, harapannya agar potensi itu dapat dioptimalkan,” ujarnya.

Kepala Desa Toddopulia, Andi Abbas, S.I.Kom mengaku bangga pernah berkuliah di UCM. Dia pun menyambut baik kedatangan Dosen UCM di desanya.

“Saya ini almuni cokroaminoto. Dulu saya mahasiswa dan banyak belajar dari dosen-dosen yang hadir, selamat datang di desa kami,” ujar Abbas.

Sementara itu, Wakil Rektor II UCM, Dr. Roswiyanti mengungkapkan, UCM membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

RPL merupakan suatu program belajar yang memungkinkan calon mahasiswa untuk mengkonversi pengalaman menjadi satuan kredit yang diakui oleh perguruan tinggi.

RPL bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk masuk dalam sistem pendidikan formal atau disetarakan dengan kualifikasi tertentu berdasarkan pada pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja.

“Jadi masa kuliah bisa lebih singkat. Dua tahun lebih atau di bawah dua tahun saja kuliahnya sudah bisa raih sarjana,” ujarnya.

Program RPL ini mengacu Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No.41 Tahun 2021 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (Permendikbudristek RPL).

Beberapa prodi pada UCM telah mendapatkan sertifikat perolehan dari Program RPL.

Sementara itu, UCM membuka pendaftaran mahasiswa baru program RPL hingga pertengahan September 2023.

“Silahkan daftar di UCM. Ikut RPL banyak manfaatnya, mulai dari masa kuliah yang singkat juga biaya yang dikeluarkan lebih hemat,” ujarnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News