AI Ready ASEAN – Hour of Code Hadir di PMI Makassar: Literasi AI untuk Relawan dan Pendamping Sosial

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Program literasi kecerdasan buatan (AI) bertajuk AI Ready ASEAN – Hour of Code, hasil inisiasi ASEAN Foundation bersama Google.org, dan diselenggarakan oleh lokal implementor dari Indonesia yakni Kaizen Collaborative Impact, telah menyapa ratusan peserta dari kalangan guru pendamping, fasilitator PMI Makassar,Tim Sobat Makassar, Relawan Millennial Makassar, KSR & PMR Kota Makassar hingga pengurus dan pegawai Palang MerahI ndonesia (PMI) di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua PMI Kota Makassar, Dr. H. Syamsu
Rizal M.I., S.Sos., M.Si.,atau yang akrab disapa Deng Ical, tokoh masyarakat terkemuka di
Makassar yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Makassar.

Sosok Deng Ical dikenal luas sebagai pemimpin yang visioner, komunikatif, dan memiliki kepedulian besar terhadap isu-isu sosial, pendidikan, dan pengembangan generasi muda.

Kehadiran Deng Ical dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan simbolik, tetapi
juga sebagai komitmen nyata beliau dalam mendorong transformasi digital di sektor
kemanusiaan dan pelayanan sosial.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI, Deng Ical telah berperan aktif dalam berbagai program literasi dan inovasi sosial, dan kali ini turut mengawal pentingnya penyebarluasan kecerdasan buatan (AI) agar menjangkau kalangan relawan, pembina KSR, hingga fasilitator lapangan.

Program Hour of Code ini menghadirkan sesi pembelajaran satu jam yang interaktif dan
aplikatif, dipandu oleh tim Master Trainer Kaizen Collaborative Impact, Aidil Wicaksono, Ismita
Saputri dan Rizki Ayu Febriana. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI, cara kerjanya, serta penerapannya dalam kehidupan sosial dengan cara bijak dan bertanggung jawab.

“Melalui program ini, kami ingin membekali relawan PMI dan para pendamping sosial dengan pemahaman dasar tentang AI, agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan dan pelayanan sosial,” ujar Aidil Wicaksono, Founder Kaizen Collaborative Impact.

Dg Ical saat memberikan arahan dalam Hour of Code AI Ready ASEAN di PMI Makassar ||doc_kaizenorg

Kaizen Collaborative Impact juga menekankan pentingnya edukasi penggunaan AI yang bijak
dan bertanggung jawab, sesuai dengan kampanye utama program AI Ready ASEAN.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk memastikan bahwa teknologi dimanfaatkan sebagai alat bantu yang positif dan bukan menggantikan peran manusia, melainkan mendukung solusi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan.

Dengan kehadiran di PMI Kaizen Collaborative Impact membawakan program AI Ready
ASEAN, diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi AI ke segmen masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh pendidikan teknologi formal. Sebagai bagian dari gerakan regional, AI Ready ASEAN dirancang untuk membekali komunitas dan tenaga pendidik dengan literasi dasar AI, serta menciptakan ruang dialog yang inklusif dan kolaboratif di seluruh Asia Tenggara. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman