Aksi Massa AMP-SUM, Menolak Politik Dinasti dan Neo Orde Baru

HARIAN.NEWS, MEDAN – Massa dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara Menggugat (AMP-SUM) menggelar aksi unjuk rasa damai di gedung DPRD Sumatera Utara pada Kamis, 14 Desember 2023.
Aksi tersebut memfokuskan perhatian pada penolakan terhadap politik dinasti dan tuntutan penegakan hak asasi manusia (HAM).
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa AMP-SUM bergantian berorasi menggunakan alat pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Koordinator lapangan AMP-SUM, Abdul, menyatakan keprihatinan terhadap perkembangan demokrasi, khususnya terkait politik dinasti yang dianggap telah mengancam udara segar demokrasi.
“Udara segar demokrasi ternyata tidak bertahan lama. Tidak lebih dari 20 tahun. Demokrasi kita mulai mengalami gangguan penyakit. Gangguan penyakit itu bernama politik dinasti,” ujar Abdul.
Lebih lanjut, Abdul menyampaikan bahwa penegakan hukum terhadap pelanggaran HAM masih jauh dari harapan. AMP-SUM mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam menyelamatkan demokrasi dari ancaman politik dinasti dan mendesak penuntasan pelanggaran HAM.
“Tolak politik dinasti, tolak pelanggar HAM berat, tolak neo orde baru, tuntaskan pelanggaran HAM, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus netral,” tegas Abdul.
Ketua Komisi E, DPRD Sumatera Utara, Edy Surahman Sinuraya, menerima perwakilan AMP-SUM dan menyatakan bahwa seluruh aspirasi akan segera disampaikan kepada Ketua DPRD Sumatera Utara, Drs Baskami Ginting.
“Aspirasi AMP-SUM segera disampaikan ke Ketua DPRD Sumatera Utara dan selanjutnya disampaikan ke Presiden RI di Jakarta,” jelas Edy Surahman di hadapan massa AMP-SUM.
Usai menyampaikan aspirasinya, massa AMP-SUM membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini menunjukkan keprihatinan dan keinginan keras untuk melibatkan pemerintah dalam menangani isu politik dinasti dan pelanggaran HAM di Sumatera Utara.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : FAJARUDDIN ADAM BATUBARA