Aktivis UIN Soroti APK Andi Sudirman yang Rusak Pohon Pakai Paku di Jalan Hertasning Makassar

Aktivis UIN Soroti APK Andi Sudirman yang Rusak Pohon Pakai Paku di Jalan Hertasning Makassar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Alat Peraga Kampanye (APK) milik mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (ASS) untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel telah banyak merusak pohon di Makassar

Dari pantauan Harian.News, APK milik ASS  terpaku di pohon jalan Hertasning baru menuju bundaran Samata kabupaten Gowa. Banner bergambar ASS berwarna maron memperlihatkan wajah pria yang akrab disapa Andalan itu, mengenakan jas hitam, dengan dalaman kemeja putih dan peci hitam yang sedang lebar.

Merespon hal tersebut, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Samata  Gowa periode 2022-2023, Mardi mengatakan, APK yang dipaku pada pohon menjadi perhatian dan pembahasan serius oleh aktivis UIN, karena menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Melihat dari maraknya alat peraga kampanye yang bertebaran terutama pada, itu sangat tidak ramah lingkungan. Karena hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan terhadap pohon atau sama saja halnya merusak lingkungan,” ujar Mardi, Selasa (28/5/2024).

Mardi bahkan mempertanyakan sikap kepemimpinan seorang calon kandidat yang menggunakan pohon sebagai media kampanye.

“Bagaimana kita bisa melihat sosok pemimpin kedepannya yang dapat menjaga lingkungan demi masyarakatnya, sedangkan proses pencalonannya sudah merusak lingkungan,” terangnya.

Selain itu, Ia menekankan agar Tim Sukses (Timses) tidak mengutamakan kepentingan elit politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dibandingkan melestarikan lingkungan hidup.

“Seharusnya para tim kampanye menjadikan hal ini sebagai bagian daripada proses kesadaran bahwa pentingnya untuk melestarikan pohon bukan merusak pohon demi kepentingan para elit” politisi yang ingin di kenal oleh masyarakan melalui alat-alat APK,” tegasnya.

Katanya, bagi pemilik kepentingan pemakuan APK dipohon adalah hal yang lumrah atau bahkan lazim dilakukan, namun tanpa disadari memiliki efek negatif yang cukup besar.

“Jika tidak ada keberlanjutan hidup pohon efeknya hingga kebanjir. Apalagi pohon paru-paru dunia karena dapat menyerap berbagai macam polusi dan menjadikan udara bersih, akan semakin sedikit jika pohonnya rusak,” ujarnya

“Mereka (Timsu dan Elit Politik) secara seksama tidak menyadari bahwa penting kira menjaga dan melestarikan lingkungan,” tandasnya.

(NURSINTA)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News