Aktivitas Pencegahan, Bawaslu Sulsel Sebut Melonjak 50 Persen Lebih

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan peningkatan signifikan dalam upaya dan aktivitas pencegahan. Sebagai cerminan komitmen pengawasan yang aktif dan berkelanjutan, meskipun di masa non-tahapan.
Berdasarkan data monitoring pergerakan data pencegahan periode 16 September hingga 8 Oktober 2026, terjadi penambahan sebanyak 1.430 kegiatan baru. Jumlah tersebut meningkat sebesar 51,77 persen dibandingkan total capaian pada bulan September yang berada di angka 2.762 kegiatan.
Dengan lonjakan tersebut, akumulasi total kegiatan pencegahan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan kini menyentuh angka 4.192 kegiatan.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, mengapresiasi kinerja jajaran Bawaslu di 24 kabupaten/kota yang terus bergerak konsisten membangun sistem pencegahan secara masif.
“Aktivitas pencegahan Bawaslu Sulsel dalam kurun waktu satu bulan terakhir menunjukkan tren yang positif. Tercatat lebih dari 1.000 kegiatan pencegahan dilaksanakan dalam kurun waktu tersebut, yang artinya naik lebih dari 50 persen dari jumlah per September 2026,” ujar Mardiana di Makassar, Senin (12/10/2026).
“Hal ini menunjukkan keseriusan Bawaslu Sulsel dalam melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan di masa-masa non-tahapan,” tambahnya.
Mardiana menerangkan, masa non-tahapan bukanlah waktu untuk berdiam diri bagi jajaran pengawas pemilu. Sebaliknya, ruang ini dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat basis kelembagaan, memperluas jejaring, serta memberikan pendidikan politik yang berkelanjutan kepada masyarakat.
“Upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten sejak awal akan meminimalisasi potensi pelanggaran ketika masa tahapan pemilu nantinya bergulir. Fokus kita adalah membumikan literasi pengawasan pemilu di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulsel yang membidangi Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Saiful Jihad, menjelaskan bahwa data aktivitas pencegahan mencerminkan semangat kreativitas dan proaktif jajaran Bawaslu kabupaten/kota dalam memanfaatkan berbagai kanal pencegahan.
“Data penambahan 1.430 kegiatan ini diisi oleh beragam instrumen pencegahan, mulai dari sosialisasi pendidikan pemilih, publikasi informasi pengawasan, kerja sama antarlembaga, hingga pemetaan potensi kerawanan di wilayah masing-masing,” katanya.
Saiful memaparkan bahwa sektor publikasi dan kerja sama strategis menjadi motor pendorong utama dalam lonjakan kegiatan pencegahan di berbagai daerah.
“Kami melihat ada akselerasi luar biasa di beberapa daerah, seperti Parepare yang mencatatkan penambahan 174 kegiatan dan Bulukumba dengan 143 kegiatan. Begitu pula dengan daerah seperti Luwu Timur dan Wajo yang persentase kenaikannya melompat sangat tinggi. Ini menandakan kanal publikasi dan kolaborasi Bawaslu di daerah semakin terbuka lebar,” jelasnya.
Meski demikian, Saiful menekankan bahwa Bawaslu Sulsel terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkesinambungan terhadap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa peningkatan kuantitas kegiatan juga sejalan dengan efektivitas dan kualitas dampak pencegahan di lapangan.
“Bagi daerah yang penambahannya masih relatif rendah, tentu menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami bersama. Kami akan mendorong serta melakukan pendampingan agar seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota memiliki ritme pencegahan yang seimbang dan merata,” tutur Saiful.
Ia juga mengimbau jajaran pengawas di daerah untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan formal, tetapi juga memperkuat pengawasan partisipatif yang melibatkan komunitas warga secara langsung.
Masyarakat juga diimbau untuk mengambil peran aktif bersama Bawaslu dalam mengawal demokrasi dan melaporkan setiap potensi dugaan pelanggaran sejak dini.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News