Amalan-amalan Sunah Idulfitri: Poin 2 Sering Tertukar dengan Iduladha

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Idulfitri atau dikenal dengan lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh tanggal 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah. Dikarenakan penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.
Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda-beda. Namun, tahun ini hampir dipastikan perayaan Idulfitri tidak akan berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Umat Islam di Indonesia menjadikan Idulfitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Namun, keutamaan-keutamaan Idulfitri ini akan terasa lengkap jika sebagai umat muslim juga menjalankan sunnah-sunnah atau hal-hal yang dianjurkan di hari raya berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Berikut sunnah-sunnah Idulfitri yang dirangkum harian.news dari buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah (2012) karya Syukron Maksum yang dilansir dari gramedia.com:
- Mandi dan Berhias Memakai Pakaian Bagus
Orang yang menghadiri salat Idulfitri, baik laki-laki maupun perempuan dianjurkan agar berpenampilan rapi, yaitu berhias, memakai pakaian bagus (tidak harus mahal, yang penting rapi dan bersih), dan wangi-wangian sewajarnya. - Makan Sebelum Salat Idulfitri
Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, yaitu Buraidah bin al-Husaib, dia berkata, “Rasulullah SAW pada hari Idulfitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Iduladha tidak makan hingga selesai salat” (H.R. At-Tirmizi). - Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Jika tempat salatnya tidak terlalu jauh, disunahkan untuk berjalan kaki menuju musala, masjid, atau tanah lapang tempat diselenggarakannya salat Idulfitri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Termasuk sunah Rasulullah Saw adalah keluar menuju tempat salat Idulfitri dengan berjalan kaki” (H.R. Tirmidzi). - Berangkat dan Pulang Melewati Jalan yang Berbeda
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, “Rasulullah Saw mendatangi salat Idulfitri dengan berjalan kaki dan beliau pulang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi” (H.R. Ibnu Majah). - Mengumandangkan Takbir
Mengumandang takbir atau takbiran pada hari raya Idulfitri adalah sesuatu yang disyariatkan oleh agama. Ada dua pendapat dari ulama mengenai waktu dimulainya takbiran, yaitu dimulai sejak malam setelah magrib satu hari sebelum salat Idulfitri dan saat pagi hari ketika menuju salat Idulfitri. - Mendatangi Keramaian
Salah satu cara menyemarakkan Idulfitri adalah dengan mendatangi keramaian dan bergembira bersama sesama muslim. Diceritakan bahwa suatu waktu Rasulullah SAW menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan perisai. Saking senangnya, Aisyah sampai menjengukkan kepalanya di atas bahu Rasulullah SAW hingga dia selesai menyaksikan pertunjukan tersebut dengan puas. - Saling Mengucapkan Selamat
Termasuk sunah yang baik yang bisa dilakukan pada hari Idulfitri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah SWT menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal pada masa salaf dahulu. - Silaturahmi
Setelah melaksanakan salat, Rasulullah SAW mendatangi tempat keramaian dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya Idulfitri sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika Idulfitri tiba, Rasulullah SAW mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah SAW dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News