Amran Sulaiman Ukir Sejarah, Indonesia Kembali Swasembada Beras di Tengah Krisis Global

Oleh : Muhammad Askar, SKM
(Tim Media Amran Sulaiman)
HARIAN.NEWS – Di tengah ancaman krisis pangan global yang melanda berbagai negara, sosok Andi Amran Sulaiman kembali mencuat sebagai figur kunci di balik penguatan ketahanan pangan nasional.
Menjabat sebagai Menteri Pertanian RI periode 2024–2029 dalam pemerintahan Prabowo Subianto, Amran dinilai berhasil membawa sektor pertanian Indonesia ke arah yang lebih mandiri dan kompetitif di tingkat global.
Berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, fenomena El Nino berkepanjangan, hingga disrupsi rantai pasok akibat konflik geopolitik, tidak menyurutkan langkah pemerintah. Di bawah kepemimpinan Amran, sektor pertanian justru mengalami transformasi signifikan.
Dari Ancaman Krisis Menuju Kedaulatan Pangan
Sejak awal menjabat, Amran menegaskan arah kebijakan yang berfokus pada kemandirian pangan. Ia mendorong perubahan paradigma dari ketergantungan impor menuju penguatan produksi dalam negeri.
Langkah tersebut diwujudkan melalui serangkaian kebijakan strategis yang menyentuh seluruh rantai produksi, dari hulu hingga hilir. Pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap petani sebagai aktor utama dalam sistem pangan nasional.
Strategi Kunci: Teknologi, Hilirisasi, dan Perlindungan Petani
Transformasi pertanian yang dijalankan Kementerian Pertanian bertumpu pada beberapa pilar utama. Pertama, optimalisasi lahan dan pemanfaatan teknologi. Mekanisasi pertanian serta penggunaan varietas unggul tahan iklim menjadi fokus untuk meningkatkan produktivitas. Program food estate turut dievaluasi dan diarahkan pada kawasan yang dinilai lebih produktif.
Kedua, hilirisasi komoditas. Pemerintah mendorong pengolahan hasil pertanian di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah ekspor. Kebijakan ini menyasar komoditas strategis seperti beras, jagung, kakao, hingga kelapa sawit.
Ketiga, perlindungan petani. Pemerintah memperkuat peran Bulog dan koperasi dalam menyerap hasil panen dengan harga yang lebih menguntungkan. Distribusi pupuk dan alat mesin pertanian juga terus ditingkatkan guna memastikan produksi tetap stabil.
Swasembada Beras dan Sorotan Dunia
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil pada periode 2025–2026. Indonesia kembali mencatatkan capaian swasembada beras, bahkan memiliki cadangan yang memungkinkan ekspor terbatas.
Capaian ini menjadi perhatian dunia, terutama di saat sejumlah negara produsen seperti India dan Vietnam justru membatasi ekspor pangan mereka.
Pengakuan juga datang dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang memberikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan global.
Model kebijakan yang diterapkan Indonesia bahkan mulai dilirik sebagai referensi dalam forum internasional terkait ketahanan pangan berkelanjutan.
Kepemimpinan Berbasis Hasil
Gaya kepemimpinan Amran dikenal tegas dan berorientasi pada hasil. Ia kerap menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi hingga petani.
Selain itu, sikapnya yang tegas terhadap praktik mafia pangan dan spekulan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sektor pertanian nasional.
Fondasi Jangka Panjang
Sejumlah pengamat menilai, kebijakan yang dijalankan saat ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan pertanian Indonesia. Pembangunan infrastruktur pertanian, peningkatan kapasitas produksi, serta tumbuhnya minat generasi muda di sektor ini menjadi indikator penting keberlanjutan.
Dengan capaian tersebut, peran Amran Sulaiman dinilai tidak hanya sebagai pengelola kebijakan, tetapi juga sebagai arsitek transformasi pertanian nasional di tengah krisis global.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News