Ancang-ancang Maju Musda Golkar, Appi: Politik adalah soal Baca Peluang!

Ancang-ancang Maju Musda Golkar, Appi: Politik adalah soal Baca Peluang!

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin yang juga Wali Kota Makassar mulai mempertimbangkan langkah politiknya selanjutnya. Ia sedang mengambil ancang-ancang untuk maju ke Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Meski begitu, keputusan final, menurutnya, masih menunggu restu dari DPP dan dukungan mayoritas DPD II di kabupaten/kota se-Sulsel.

“Setelah lebaran, mungkin teman-teman akan lebih intens membicarakan ini karena menyangkut Musda. Setiap calon harus mengikuti aturan yang ditetapkan DPD I. Kita menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk melihat siapa yang memenuhi syarat,” ujar Appi, sapaannya, Kamis (27/3/2014).

Jika ada arahan langsung dari DPP Golkar, Munafri menyebut akan patuh dan langsung mengeksekusi tanpa ragu.

“Kalau perintah DPP, kita langsung jalan. Tidak ada urusan,” katanya singkat.

Munafri menekankan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi bergantung pada peta dukungan di daerah. Ia pun tak ingin terburu-buru menentukan langkah sebelum mendapat kepastian dukungan dari mayoritas pemilik suara.

“Kita baru mau mencari dukungan. Kalau tidak ada yang mendukung, percuma juga. Harus bicara dulu dengan DPD II yang lain untuk memastikan apakah mereka bisa mendukung atau tidak. Kalau didukung, kita maju terus,” jelas Eks CEO PSM itu.

Menurutnya, politik adalah soal membaca peluang. Jika mayoritas DPD II memberikan dukungan, maka peluangnya untuk maju semakin terbuka. Namun, jika hanya segelintir yang mendukung sementara kandidat lain mendapat sokongan lebih besar, ia tidak segan untuk mundur.

“Kalau 20 dari 24 kabupaten/kota mendukung, maka kita punya kesempatan besar. Tapi kalau hanya tiga yang mendukung sementara kandidat lain sudah didukung 20 daerah, ya tentu kita mundur,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mempertimbangkan dampak pencalonannya terhadap tugasnya sebagai Wali Kota Makassar. Menurutnya, menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel harus selaras dengan kepentingan pemerintahan di Makassar.

“Kami harus melihat apakah ini bisa membantu tugas-tugas pemerintahan atau justru membagi fokus. Kalau tidak mengganggu, tentu akan kita pertimbangkan,” ujarnya.

Munafri mengakui bahwa sejauh ini sudah ada komunikasi informal dengan beberapa pihak terkait pencalonannya. Namun, keputusan akhir baru akan diambil setelah Lebaran dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk peta dukungan dan arahan dari DPP.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News