ASITA Sulsel Siapkan Strategi Baru Hadapi Masalah Pemangkasan Anggaran Pemerintah

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba, menyoroti dampak pemangkasan anggaran pemerintah terhadap industri perjalanan wisata, khususnya dalam sektor perjalanan dinas.
Hal ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ASITA Sulsel yang digelar baru-baru ini.
Menurut Didi, selama ini ASITA selalu terlibat dalam proses perjalanan dinas setiap kementerian yang kemudian diteruskan ke daerah.
Namun, dengan adanya pemangkasan anggaran di berbagai sektor, termasuk perjalanan dinas, ASITA menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kelangsungan bisnis para anggotanya.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada anggaran pemerintah karena tidak ada kepastian sampai kapan kondisi ini akan berlanjut. Oleh karena itu, kita harus mencari solusi dengan menggali segmentasi pasar baru, baik dari pasar domestik maupun internasional,” ujarnya di Hotel Claro Makassar, Sabtu (22/02/2025).
Ia menekankan pentingnya strategi promosi yang lebih terarah dan tepat sasaran untuk menarik wisatawan yang sudah memiliki minat tinggi berkunjung ke Sulawesi Selatan.
Beberapa negara yang dianggap potensial sebagai pasar utama adalah Malaysia dan Singapura.
“Saat ini, jika ada negara yang masih sulit untuk kita garap, maka kita harus fokus pada negara yang memang sudah memiliki potensi besar untuk masuk ke Makassar dan Sulsel,” tambahnya.
Selain itu, ASITA Sulsel juga mulai melirik pasar dari organisasi non-pemerintah, partai politik, serta asosiasi dan lembaga lainnya sebagai peluang baru.
Segmen ini dinilai memiliki potensi besar untuk tetap menghadirkan pergerakan wisata ke Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Kami melihat ada peluang dari berbagai organisasi yang secara rutin mengadakan pertemuan, kongres, atau agenda lainnya. Jika kita bisa menarik mereka untuk menggelar acara di Sulsel, maka ini bisa menjadi alternatif pemasukan bagi industri perjalanan wisata,” kata Didi.
Dengan adanya strategi diversifikasi pasar ini, ASITA Sulsel berharap industri perjalanan wisata tetap bertahan dan bahkan berkembang meskipun ada tantangan dari segi kebijakan anggaran pemerintah.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News