Asrama Haji Dibuka Besok, Jemaah Siap Berangkat

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi bergulir. Mulai Selasa (21/4/2026), para jemaah dari berbagai daerah mulai memasuki asrama haji sebagai tahap awal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pemerintah menjadwalkan kedatangan jemaah ke asrama dilakukan secara bertahap. Selama di asrama, jemaah tak hanya beristirahat, tetapi juga menjalani serangkaian proses penting: pemeriksaan akhir dokumen, pengecekan kesehatan, pembagian gelang identitas dan uang saku, hingga bimbingan manasik terakhir.
Dua Gelombang Keberangkatan
Pemberangkatan jemaah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 22 April–6 Mei 2026 menuju Madinah. Gelombang kedua pada 7–21 Mei 2026 melalui Jeddah.
Puncak ibadah haji diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026 saat wukuf di Arafah, dilanjutkan Idul Adha dan hari tasyrik hingga 29 Mei 2026. Pemulangan jemaah dijadwalkan bertahap mulai 1 Juni hingga awal Juli 2026.
Keselamatan Jemaah Prioritas Utama
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Harun Al Rasyid, memastikan persiapan hampir rampung. Fokus saat ini diarahkan pada pemberangkatan petugas haji yang akan bersiaga di Arab Saudi.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan tahun ini lebih baik, baik di dalam negeri maupun saat jemaah berada di Arab Saudi,” ujarnya.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan kualitas layanan menjadi prioritas. “Persiapan layanan haji tahun ini hampir mencapai 100 persen. Kami pastikan jemaah mendapat layanan aman, nyaman, dan terstandar sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” tegasnya.
Sejumlah langkah strategis diperkuat, seperti mitigasi risiko keamanan, penyesuaian rute penerbangan menghindari wilayah konflik, pengetatan standar kesehatan, serta peningkatan layanan bagi lansia, disabilitas, dan perempuan.
Presiden Prabowo Subianto menekankan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap skenario penyelenggaraan haji.
Pemerintah memastikan pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keberangkatan dari Indonesia, selama di Tanah Suci, hingga proses pemulangan.
Pakar hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah, mengakui adanya kekhawatiran calon jemaah terkait situasi Timur Tengah. Namun, selama tidak ada pembatalan resmi dari Arab Saudi, pemerintah tetap dapat memberangkatkan jemaah melalui rute penerbangan yang telah disesuaikan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga rasa aman dan kepercayaan masyarakat di tengah dinamika global. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG