Awal Puasa Ramadan 2026,Tanggal Serentak di Indonesia, Arab Saudi, dan Negara Lain

Awal Puasa Ramadan 2026,Tanggal Serentak di Indonesia, Arab Saudi, dan Negara Lain

Awal Puasa Ramadan 2026: Tanggal Serentak di Indonesia, Arab Saudi, dan Negara Lain

HARIAN.NEWS,JAKARTA — Penetapan awal puasa Ramadan adalah momen penting yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada tahun 2026, umat Islam di Indonesia dan beberapa negara lainnya, termasuk Arab Saudi, akan memulai ibadah puasa pada tanggal yang sama. Namun, bagaimana proses penetapan awal Ramadan di negara-negara ini?

Di Indonesia, pemerintah melalui Sidang Isbat yang diadakan pada 17 Februari 2026, telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini memberikan acuan bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak. Namun, masyarakat masih penasaran apakah Arab Saudi, yang sering dijadikan rujukan, akan memulai puasa pada tanggal yang sama.

Arab Saudi Menentukan Awal Ramadan Berdasarkan Rukyatul Hilal

Sistem penetapan awal Ramadan di Arab Saudi menggunakan metode Rukyatul Hilal, di mana tim observasi mencari hilal (bulan sabit) setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan Sya’ban. Berdasarkan laporan yang diterima dari Al Jazeera, Mahkamah Agung Saudi telah memutuskan bahwa hilal untuk awal Ramadan 1447 H kemungkinan besar akan terlihat pada malam 17 Februari 2026, yang menandakan bahwa puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi juga dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan ini sejalan dengan pengamatan yang dilakukan di negara-negara lain, seperti Malaysia, Turki, Brunei Darusalam, Singapura, dan Prancis, yang semuanya mengumumkan awal puasa pada tanggal yang sama.

Awal Ramadan di Negara Lain

Berikut adalah jadwal resmi awal puasa Ramadan 2026 di beberapa negara lainnya:

Malaysia: 19 Februari 2026
Turki: 19 Februari 2026
Brunei Darusalam: 19 Februari 2026
Singapura: 19 Februari 2026
Prancis: 19 Februari 2026
Oman: 19 Februari 2026
Australia: 19 Februari 2026

Beberapa negara tersebut mengikuti pengamatan hilal secara langsung, sementara yang lainnya menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal Ramadan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG