Bajaj, Pendatang Baru di Kota Daeng: Diminati Driver, Dinikmati Pelanggan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Suasana Kota Makassar, Kamis (14/03/2024) sore ini sangat berbeda. Begitu riuh. Mungkin karena suara kendaraan yang berlalu lalang di Jalan Urip Sumoharjo yang menggelegar, dibarengi suara para penjual takjil depan kampus Universitas Muslim Indonesia yang bercampur aduk.
Keramaian ini seakan menyesakkan. Sepanjang jalan, para penjual dan pembeli sedang asyik melakukan transaksi, lalu di tempat lain sekitarnya puluhan driver ojek terlihat sibuk mengutak-atik ponselnya.
Sedang, di samping gerbang masuk kampus UMI, ada kendaraan roda tiga yang mengalihkan perhatian. Namanya Bajaj. Kendaraan ini biasanya dijumpai di kota-kota besar metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya, yang kini menjadi pendatang baru di Kota Daeng.
Kalau umumnya kendaraan ini berwarna biru yang kerap dilihat di film-film, namun di Makassar Bajaj hadir berawarna-warni. Kebetulan yang penulis jumpai di depan kampus UMI berwarna hijau, sama persis dengan cat tembok kampus unggul itu. Dari dekat, kapasitas ruang yang dimiliki Bajaj lebih besar. Kira-kira muat untuk 2-3 orang.
Lalu, di bagian belakang, ada bagasi yang disiapkan untuk menaruh bahan belanjaan. Akan sangat memudahkan bagi para pelaggan yang menggunakannya.
Selain unggul dengan tempat barang dan kapasitas yang lumayan besar, Bajaj juga terlihat aman karena bentuknya yang menyerupai mobil. Di samping kanan dan kiri ada pintu penyangga sehingga penumpang tidak gampang mengalami kecelakaan seperti jatuh dan lainnya.
Adalah Pak Mardin, pemilik Bajaj, sore itu, Ia duduk santai di atas Bajaj hijau mengenakan kaos hitam yang dipadu-padankan dengan celana cargo hijau dan topi abu. Ia terlihat asyik mengaplikasikan ponsel pintar yang disimpan persis di atas setir Bajaj.
Menggunakan jari telunjuk, Mardi sedang mengecek pesanan lewat aplikasi Maxride. Aplikasi itulah yang digunakan pelanggan untuk melakukan pemesanan sesuai lokasi terdekat. Mirip dengan cara memesan ojek online yang biasa digunakan warga.
Saar dikonfirmasi harian.news, Mardi menyampaikan jika ia telah menjadi driver Bajaj sejak tiga bulan lalu tepatnya Desember 2023. Menurutnya, menjadi driver Bajaj lebing menguntungkan dibanding yang lainnya.
“Sejak saya menjadi driver Bajaj. Alhamdulillah, pendapatanku lebih banyak. Ketimbang menjadi driver ojek online di perusahaan sebelah,” ucapnya sambil sesekali mengecek ponsel pintarnya.
Mardin mengaku, euforia masyarakat dengan hadirnya Bajaj di Makassar bisa digunakannya untuk meraup untung banyak.
“Apalagi, ini kan sebelumnya hanya bisa dijumpai di Jakarta, makanya ini mi juga kesempatan bisa dapat banyak pelanggan,” bebernya.
Selain itu, Ia menuturkan, para pelanggan yang menaiki kendaraan roda tiga tersebut sangat terkesan dengan keunggulan yang dimiliki Bajaj.
“Misalnya, untuk satu kali pemesanan, cuma bayar minimal Rp 15 ribu dan itu sudah untuk 2-3 orang. Di belakang, sudah ada juga bagasi yang disiapkan. Makin bagus lagi untuk yang punya banyak barang,” ujarnya.
Terlebih, untuk pelanggan yang usianya sudah lenjut, akan sangat mudah baginya karena di sisi kanan dan kiri ada penyangga. Makanya kenapa saat ini Bajaj banyak peminat.
“Itu mi tidak heran ka kalau dalam sehari saya dapat banyak orderan dan pendapatan. Dibanding dengan aplikasi hijau yang sebelumnya tempat ku bekerja. Semakin ke sini, orderan makin sedikit,” pungkasnya.
Tak hanya Mardin, rupanya Muhammad Amin yang dijumpai di jalan AP. Pettarani juga bernasib sama.
Kepada haria.news, ia bercerita kalau keputusannya menjadi driver Bajaj karena mendengar informasi tentang pendapatan Bajaj yang menguntungkan.
“Saya baru satu bulan. Sebelumnya pernah di Gojek abis itu berhenti karena pendapatannya sedikit. Lalu, beralih menjadi penjual baju dan akhirnya dapat informasi tentang Bajaj. Makanya saya coba peruntungan di sini,” jelasnya.
Ia juga mengaku jika penumpang yang menaiki kendaraan roda tiga itu merasa takjub.
“Penumpang biasa saya dengar cerita-cerita dengan temannya kalau bagus pakai Bajaj. Tidak rempong kalau banyak belanjaannya,” terangnya.
Terpisah, seorang pelanggan bernama Hanifa yang baru saja usai menaiki bajaj menyampaikan ia sangat terkesan dengan kehadiran kendaraan roda tiga itu di Makassar.
“Bajaj sangat memudahkan saya membawa barang belanjaan. Lewat aplikasi juga sangat murah. Makanya saya sekarang lebih senang kemana-mana naik bajaj,” bebernya di jalan AP. Pettarani Makassar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : GITA OKTAVIOLA