Baru Dilantik, Danny Sebut Pj Sekda Baru Pilihan Terburuk

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Beberapa waktu lalu, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sosial Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Makassar menggantikan Firman Hamid Pagarra.
Merespon hal tersebut, Danny Pomanto Wali Kota Makassar defenitif yang saat ini sedang cuti menyebut, dalam memilih figur yang duduk sebagai PJ Sekda harus melalui kriteria penilaian.
“Tentunya yang jelas harus ada kriteria dalam memilih itu (PJ Sekda).” ujar Danny Pomanto, Minggu (20/10/2024).
Danny mengaku heran atas pilihan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait posisi Pj Sekda, karena milih yang terburuk.
“Saya punya penilaian dan saya sudah umumkan, yang herannya adalah yang terburuk yang dipilih. Sudah diumumkan, coba dilihat.”
Lebih lanjut, Danny menjelaskan Iwan Adnan sebelumnya telah menandatangani pengunduran diri sebagai ASN. Bahkan, lanjut Danny, Irwan terlihat memihak kepada salah satu pasangan calon (paslon).
“Kemudian sudah menandatangi pengunduran diri, kemudian terlihat memihak satu golongan, satu paslon. Saya nda tahu apa pertimbangannya,” jelas Danny.
Sementara soal penilaian Danny soal Irwan terburuk yakni terkait kinerja. Danny menyebut penilaian terhadap Irwan terburuk dari segi kinerja telah diumumkannya.
“(Terburuk dari segi) Kinerja, kan sudah saya umumkan sebelumnya,” katanya.
“Saya sudah tandatangani (pengunduruan diri Irwan), saya nda tahu kenapa tidak diproses,” pungkasnya.
Meski begitu, Danny Pomanto mengaku tetap, menghargai setiap proses yang telah berlangsung.
“Tentu saya menghargai semua proses,” pungkasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, Irwan Rusfiyadi Adnan tegaskan, netralitasnya sebagai Pejabat Sekertaris Daerah (PJ Sekda) Kota Makassar tidak perlu dipertanyakan.
Meski dirinya pernah berniat mengikuti kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024, bahkan sempat menyampaikan surat pengunduran diri sebagai ASN kepada Wali Kota Makassar defenitif Mohammad Ramdhan Pomanto.
Namun hal tersebut merupakan persoalan lalu, dirinya bahkan tidak memenuhi syarat untuk maju sebagai calon kandidat dalam pesta demokrasi lima tahun sekali itu.
“Ini sudah jelas ya. saya tidak mau masuk lagi ke dalam itu (Pilwalkot) karena saya jelas-jelas sekali sudah bukan calon wali kota lagi. kemarin memang iya Bakal Calon (Bacalon) bahkan hampir pensiun dini tetapi kan semua tidak memenuhi persyaratan. Itu sudah selesai” jelasnya.
Menghilangkan kebingungan yang dirasakan masyarakat, dalam waktu dekat Ia bakal membentuk tim pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) dirinya yang masih tersebar dibeberapa titik kota Makassar.
“Persoalan saya punya gambar-gambar masih ada jalan harusnya memang ya seperti inilah yang harus diperbaiki. ini kan tugas-tugasnya teman-teman semua dan insya Allah saya akan bersihkan itu semua ya,”
Dia berharap, masyarakat dan ASN lingkup pemerintah kota Makassar tidak terpengaruh dan terpaku dengan APK dan pembahasan lama, saat ini Pemkot harus fokus menghadapi serapan anggaran hingga Pilkada.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News