Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi

Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menilai Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda tahunan di lingkungan sekolah.

 

Jika dikelola dan dikawal dengan baik, Pilketos serentak dinilai berpotensi menjadi model tata kelola Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia pada masa mendatang. Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, saat memberikan arahan dalam Kick Off Kampanye Damai Pemilihan Ketua OSIS SMA/SMK se-Sulawesi Selatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (19/9/2026).

 

Menurut Saiful, proses demokrasi di tingkat sekolah menjadi sarana penting untuk membentuk karakter generasi muda. Sekolah dapat menjadi miniatur negara yang secara langsung mempraktikkan prinsip kejujuran, keadilan, dan akuntabilitas dalam proses pemilihan pemimpin.

 

“Ini adalah laboratorium yang sangat penting dalam penguatan demokrasi kita. Bahkan, apa yang dilakukan oleh anak-anakku para pengurus OSIS, panitia, pengawas, hingga peserta dan pemilihnya, bisa jadi contoh konkret ke depan dalam proses perbaikan sistem Pemilu di Indonesia,” ujar Saiful.

 

Saiful menekankan, substansi setiap tahapan Pilketos harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena itu, seluruh tahapan perlu dikawal secara cermat agar nilai-nilai pendidikan demokrasi dapat diterima siswa secara utuh.

 

Salah satu tahapan yang mendapat perhatian Bawaslu Sulsel adalah penyusunan dan pemutakhiran data pemilih. Menurut Saiful, pengalaman sekolah dalam mengelola data siswa dapat menjadi pembelajaran penting untuk membangun kesadaran kepemiluan sejak dini.

 

“Meski data siswa sudah ada di sekolah, penampilan dan verifikasi daftar pemilih tetap penting. Yang ingin kita tanamkan adalah kesadaran bersama bahwa memastikan diri terdaftar sebagai pemilih yang sah merupakan bentuk tanggung jawab warga negara yang memiliki hak pilih,” jelas Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel tersebut.

 

Ia menjelaskan, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) kerap menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan pemilu nasional. Melalui Pilketos, para pelajar dapat belajar mengenai pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data pemilih, termasuk memastikan tidak ada warga sekolah yang kehilangan hak pilih serta menghapus data mereka yang sudah tidak memenuhi syarat.

 

Memasuki tahapan deklarasi kampanye damai, Saiful juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dan membangun budaya demokrasi yang santun di lingkungan sekolah. Menurutnya, kompetisi antarkandidat tidak boleh memicu perpecahan di antara siswa.

 

“Perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah dan menjadi ruang untuk berdiskusi serta bertukar pikiran secara santun. Kita tidak ingin kultur pemilu yang tidak sehat, seperti perselisihan antarwarga atau kerabat hanya karena beda pilihan, terulang di lingkungan sekolah. Calon lain atau pendukung lain bukanlah musuh, melainkan mitra belajar berdemokrasi,”tegas Saiful.

 

Lebih jauh, Saiful menyebut keberhasilan pesta demokrasi di sekolah membutuhkan sinergi empat komponen utama, yakni penyelenggara teknis, pengawas, peserta kontestasi, dan pemilih. Keempat komponen tersebut harus bergerak selaras berdasarkan aturan main yang telah disepakati.

 

Di lingkungan sekolah, prinsip birokrasi yang bersih dan netral tercermin dari komitmen kepala sekolah, pembina OSIS, serta para guru dalam memberikan pendampingan tanpa melakukan intervensi terhadap proses pemilihan.

 

Program Pilketos serentak Sulsel juga mendapat apresiasi dari Bawaslu Republik Indonesia. Inisiatif yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bawaslu dan KPU Sulsel tersebut dinilai sebagai best practice atau praktik baik dalam pembinaan demokrasi bagi pemilih pemula yang layak direplikasi di daerah lain.

 

“Alhamdulillah, kolaborasi ini telah berjalan berkelanjutan dengan terus melakukan perbaikan tata kelola dari tahun ke tahun. Sinergi antara Bawaslu, KPU, dan Disdik yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) menjadi fondasi kuat dalam mengawal pendidikan politik generasi muda,” ungkapnya.

 

Menutup arahannya, Saiful Jihad berharap pendampingan jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan dapat memastikan seluruh proses Pilketos berjalan jujur, adil, dan transparan.

 

Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya menyukseskan pelaksanaan Pilketos, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang memahami demokrasi dan mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News