BBPOM Makassar Apresiasi KKN Tematik Unhas: Dari Edukasi Keamanan Pangan hingga Penguatan UMKM

BBPOM Makassar Apresiasi KKN Tematik Unhas: Dari Edukasi Keamanan Pangan hingga Penguatan UMKM

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengetahuan dari kampus dinilai tidak boleh berhenti di ruang kelas. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, mahasiswa didorong hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan, menghadirkan solusi, sekaligus membangun praktik baik yang dapat berlanjut setelah program berakhir.

Semangat tersebut mengemuka dalam Expo Produk KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Tahun 2026 yang digelar di JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Sabtu (19/9/2026).

Expo menjadi ruang untuk memamerkan sekaligus merefleksikan berbagai hasil kegiatan mahasiswa selama menjalankan program KKN di sejumlah daerah.

Dalam rangkaian refleksi mitra KKN Tematik tersebut, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan, hadir sebagai salah satu narasumber bersama Bupati Sidrap dan perwakilan PT Semen Tonasa.

Kehadiran para mitra menjadi momentum untuk melihat capaian, pembelajaran, serta peluang keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Yosef menekankan pentingnya keamanan pangan dalam mendukung bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan berlangsung pada 2030–2040.

“Bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 2030–2040 harus didukung dengan ketersediaan pangan yang aman, bermutu dan bergizi. Momentum ini akan melepaskan Indonesia dari middle income trap menjadi high level income country,” ujar Yosef.

Menurutnya, pangan yang tidak aman bukan hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap ketahanan nasional dan daya saing bangsa.

Karena itu, kata dia, diperlukan sinergi lima unsur keamanan pangan, yakni pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi dan media.

“Kita semua merupakan bagian dari super tim karena Food Safety is Everyone’s Business,” lanjutnya.

KKN Tematik sebagai Agen Perubahan

Yosef juga mendorong perguruan tinggi agar semakin berperan dalam meningkatkan daya saing bangsa. Salah satunya melalui KKN Tematik yang mengintegrasikan inovasi kolaborasi ABG (Academia-Business-Government) dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, mahasiswa tidak sekadar menjadi peserta program akademik, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi dapat menjadi agen perubahan yang membantu masyarakat, memahami persoalan, menemukan solusi, dan membangun praktik baik yang terus berlanjut meski program telah berakhir,” katanya.

Program KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas merupakan integrasi tiga program unggulan BPOM, yakni Sapa Kampus Berdampak, Desa Pangan Aman, dan Sapa Kader Inklusif.

Melalui program tersebut, mahasiswa dibekali kompetensi sebagai Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP). Mereka kemudian bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendampingi pelaku usaha pangan olahan di desa.

Universitas Hasanuddin menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi yang terlibat dalam pilot project program tersebut di Indonesia.

Puluhan Usaha Didampingi

Selama sekitar 45 hari pelaksanaan, sebanyak 70 mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan ditempatkan di 10 desa di Kabupaten Bantaeng.

Para mahasiswa melakukan intervensi dan pendampingan terhadap 30 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), 27 usaha pangan siap saji, serta 48 ritel pangan.

Program tersebut juga berhasil memfasilitasi penerbitan 71 Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 25 Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Selain itu, mahasiswa turut membentuk 106 Kader Keamanan Pangan Desa dan 297 komunitas yang terdiri atas unsur PKK, pemuda, sekolah, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.

Capaian tersebut dinilai tidak sekadar menjadi angka. Di dalamnya terdapat proses membangun pengetahuan, kesadaran, kepatuhan, hingga kemandirian masyarakat dalam menerapkan keamanan pangan.

Penguatan keamanan pangan juga memiliki dimensi ekonomi. Dengan memahami standar keamanan pangan dan memiliki legalitas usaha maupun produk, pelaku UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta mengembangkan usahanya.

“Kami sangat mengapresiasi capaian adik-adik mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas Batch 116 karena berhasil memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran keamanan pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendampingan UMKM desa hingga mendapatkan izin edar,” ungkap Yosef.

Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Tantang Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Yosef selanjutnya mendorong mahasiswa agar menjadikan pengalaman KKN sebagai bekal menghadapi dunia kerja sekaligus membangun kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa menjadikan KKN Tematik sebagai lesson learnt, sebagai bekal di kemudian hari dalam dunia kerja yang kompleks dan penuh tantangan,” ujarnya.

Ia bahkan menantang mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani menjadi wirausahawan.

“Dengan berbagai inovasi dan pendampingan yang dilakukan, saya challenge adik-adik untuk berani menjadi entrepreneur, menjadi insan yang mampu berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk kebebasan finansial dan membuka lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Expo Produk KKN Unhas Gelombang 116 pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk memamerkan hasil kegiatan mahasiswa.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman lapangan, refleksi para mitra, serta gagasan mengenai keberlanjutan program agar manfaat yang telah dibangun dapat terus dirasakan masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan KKN, tetapi ekosistem. Mahasiswa mungkin hadir dalam waktu terbatas, tetapi pengetahuan, kader, jejaring, dan praktik baik tentang keamanan pangan harus tetap hidup guna meningkatkan derajat kesehatan, bergeraknya ekonomi kerakyatan serta berdaya saing,” pesan Yosef.

(ASW)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News