Bela Irwan Adnan, Arwin Azis: Minta Bukti

Bela Irwan Adnan, Arwin Azis: Minta Bukti

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis meminta bukti terkait afiliasi politik PJ Sekda baru Irwan Rusfiyadi Adnan.

Arwin menilai, afiliasi politik hanya berupa tuduhan dan isu yang berkembang di masyarakat tidak memiliki evidensi kuat.

“Saya tidak melihat itu karena tidak terbukti hanya orang-orang yang mengklaim,” ujar Arwin, Rabu (23/10/2024).

Katanya, dirinya bakal melakukan pertimbangan status Irwan Adnan jika memang ada bukti dari Bawaslu yang menyatakan tidak netral sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalau mungkin sudah diperiksa oleh Bawaslu kemudian keputusan yang melanggar netralitas atau mungkin ada sanksi yang diterima dari lembaga yang berwenang untuk menyatakan tidak netral itu mungkin menjadi pertimbangan,” tegasnya.

Namun sejauh ini belum ada bukti, hanya asumsi yang berkembang dimana tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Bahwa ada sanksi yang dijalani oleh yang bersangkutan itulah yang harus dibuktikan dulu, apa ada?, memang pernah terlibat kasus ini?, ada sanksi yang pernah dijalani karena masalah tersebut, harus itu dulu,” imbuhnya.

Dirinya percaya kepada masyarakat, katanya masyarakat Makassar bisa menilai kinerja yang Ia lakukan selama menjadi Pjs Wali Kota Makassar.

“Biarkan masyarakat menilai, semua berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Tim Hukum pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Sulsel nomor urut 01, Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), mengajukan laporan resmi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan terkait dugaan pelanggaran netralitas yang melibatkan sejumlah pejabat di Kota Makassar.

Yakni Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Irwan Adnan yang baru dilantik, PJ Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh menunjuk PJ Sekda dan Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis melakukan pelantikan dan Calon Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.

Ketua Tim Hukum DIA Ahmad Rianto menyebutkan bahwa Sekda yang baru diangkat menyebut, memiliki afiliasi politik yang jelas dan berpotensi menguntungkan Paslon 02 Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati serta Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi dalam perhelatan Pilkada 2024.

Tidak hanya terafiliasi dengan partai politik, tetapi sudah menyatakan dukungannya terhadap Paslon 02.

“Kami menilai pelantikan ini berupaya untuk menguntungkan Paslon 02 dalam Pilkada mendatang. Sudah menyatakan dukungan di kantor Nasdem jalan metro Tanjung Bunga,” ungkap Ahmad usai melapor di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (22/10/2024).

Selain Sekda, laporan juga menyasar Pelaksana Tugas (PJ) Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis yang dianggap telah melantik pejabat terafiliasi dengan Paslon 02.

Penulis: Nursinta 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News