Belajar Agama Tanpa Mondok di Pesantren An-Nahdlah, Solusi Pendidikan Islam Ramah Keluarga

Belajar Agama Tanpa Mondok di Pesantren An-Nahdlah, Solusi Pendidikan Islam Ramah Keluarga

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pesantren An-Nahdlah memperkenalkan sistem belajar agama tanpa mondok sebagai solusi pendidikan Islam yang fleksibel. Di era digital saat ini, model pesantren seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat urban yang ingin anaknya tetap dekat namun tetap mendapat ilmu agama yang mendalam.

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB), Andi Tri Saputra, menjelaskan bahwa banyak orang tua kini enggan memondokkan anak karena alasan kedekatan emosional dan kontrol terhadap lingkungan. Untuk itu, Pesantren An-Nahdlah mengadopsi konsep santri kalong, di mana santri hanya datang di waktu-waktu tertentu seperti sore atau malam hari lalu kembali ke rumah.

“Model ini menjadikan Pesantren An-Nahdlah sebagai salah satu pesantren modern yang mengakomodasi gaya hidup keluarga kekinian. Anak-anak bisa tetap belajar kitab kuning seperti Bulughul Maram, Mukhtarul Ahadis, dan kitab klasik lainnya tanpa harus meninggalkan rumah,” jelasnya dikutip Rabu (07/05/2025).

Dengan sistem pendidikan agama fleksibel, para santri tetap bisa mengikuti pelajaran umum di sekolah formal. Setelah itu mereka datang ke pesantren untuk mengikuti pengajian atau pembelajaran agama sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menurut Andi, kehadiran pesantren ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh negatif lingkungan dan kecanduan gadget. Model belajar agama sambil tinggal di rumah ini dinilai sebagai solusi terbaik untuk menyeimbangkan kebutuhan spiritual dan kedekatan keluarga.

“Pesantren An-Nahdlah juga aktif memberikan ruang diskusi keislaman kontemporer dan pembelajaran tarekat bagi masyarakat umum. Dengan metode yang terbuka, semua kalangan dapat mengakses pendidikan agama secara merata dan mudah,” bebernya.

Program-program unggulan yang ditawarkan membuat pesantren ini semakin diminati oleh orang tua di Makassar dan sekitarnya. Tidak sedikit yang menganggap bahwa An-Nahdlah adalah pesantren ramah keluarga karena tidak menuntut santri untuk tinggal di asrama.

Saat ini, panitia tengah melakukan sosialisasi penerimaan santri baru sejak 7 Mei 2025 hingga akhir bulan. Adapun gelombang kedua akan dibuka mulai 1 April hingga 31 Juni 2025 mendatang.

Informasi pendaftaran bisa diakses melalui media sosial resmi Pesantren An-Nahdlah atau dengan mengunjungi langsung lokasi di Jalan Tinumbu Lr. 01 No. 09, Makassar. Pendaftaran terbuka untuk semua kalangan tanpa batas usia, baik anak-anak maupun dewasa.

Andi menambahkan bahwa alumni Pesantren An-Nahdlah tidak hanya ahli di bidang agama, tetapi juga dibekali ilmu pengetahuan umum. Beberapa alumni ternama seperti Ustadz Maulana dan Ustadz Syam telah berkontribusi besar dalam dunia dakwah di Indonesia.

Pesantren ini membuktikan bahwa belajar agama bisa dilakukan secara modern dan terbuka tanpa harus hidup di pondok. Dengan pendekatan yang inklusif, An-Nahdlah menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin pendidikan agama berkualitas tanpa harus berjauhan.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News