Belum Setahun Menjabat, Direksi Baru Perumda Pasar Makassar Raya Bukukan Dividen Rp1,3 Miliar

Belum Setahun Menjabat, Direksi Baru Perumda Pasar Makassar Raya Bukukan Dividen Rp1,3 Miliar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR –  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mencatatkan capaian positif di bawah kepemimpinan direksi baru. Meski belum genap satu tahun menjabat, manajemen berhasil membalikkan kondisi perusahaan dari kerugian menjadi penyumbang dividen signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ali Gauli Arief, Perumda Pasar Makassar Raya mampu menyetor dividen hingga Rp1,3 miliar pada 2025. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menandai kebangkitan kinerja perusahaan pengelola pasar tradisional tersebut.

“Kalau sebelumnya dividen sekitar Rp750 juta pada 2023, tahun ini bisa mencapai Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar. Ini bukan semata soal laba, tapi kontribusi nyata kepada pemerintah kota,” ujar Ali Gauli, Senin (5/1/2026), didampingi Direktur Operasional Rusli Patara.

Ali Gauli menjelaskan, perbaikan kinerja dilakukan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari penataan pedagang, perbaikan tata kelola retribusi, hingga penguatan manajemen internal. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya bersifat penegakan aturan, tetapi juga humanis kepada para pedagang.

“Melalui digitalisasi, evaluasi sumber daya manusia, dan penguatan koordinasi lintas instansi, kami berupaya meminimalkan kebocoran pendapatan serta menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” katanya.

Transformasi ini dilakukan di tengah tantangan pengelolaan 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima di Kota Makassar. Sebelum direksi baru menjabat, Perumda Pasar Makassar Raya tercatat mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Bahkan hingga April 2025, kondisi keuangan perusahaan masih negatif.

“Saya masuk sebagai pelaksana tugas sekitar 20 April. Saat itu perusahaan masih merugi. Setelah dilakukan pembenahan internal secara menyeluruh, kinerja mulai membaik,” ungkap Ali Gauli.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penerapan sistem digitalisasi retribusi. Perumda Pasar kini menggunakan barcode dan sistem pembayaran digital untuk memetakan potensi pendapatan di setiap pasar serta menekan kebocoran.

“Pembayaran bisa tunai atau nontunai, yang terpenting transparansi dan pengendalian,” jelasnya.

Terkait penarikan retribusi, Ali Gauli menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan daerah (Perda), khususnya terhadap aktivitas jual beli yang berlangsung di atas fasilitas milik pemerintah. Namun, penarikan retribusi tidak serta-merta membenarkan keberadaan pedagang di lokasi yang tidak semestinya, seperti di badan jalan.

“Penarikan retribusi dilakukan karena aktivitas berlangsung di atas fasilitas negara. Tapi secara prinsip, berjualan di lokasi terlarang tetap tidak dibenarkan,” tegasnya.

Dari sisi internal, Perumda Pasar juga melakukan evaluasi sumber daya manusia. Jumlah pegawai berhasil ditekan dari 511 orang menjadi 377 orang, termasuk sekitar 130–140 tenaga kebersihan dan keamanan yang saat ini masih dikelola internal karena keterbatasan anggaran.

Ali Gauli optimistis, 2026 akan menjadi tahun fundamental bagi Perumda Pasar Makassar Raya. “Kalau 2026 berjalan baik, insya Allah ke depan pendapatan kita akan jauh lebih kuat secara bisnis,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News