BGN Tegaskan MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Penyelamat Petani

BGN Tegaskan MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Penyelamat Petani

Program MBG 2026: Strategi BGN Serap Beras, Sayur, dan Sejahterakan Petani

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak ganda. Selain meningkatkan status gizi anak, program ini juga menjadi lokomotif baru bagi sektor pertanian nasional.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengungkapkan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan berkualitas secara berkelanjutan. “Kalau untuk melaksanakan program ini supaya baik, memang harus ada ketersediaan bahan pangan yang baik juga,” ujarnya dalam Food Summit 2026 di Jakarta, pada Senin (27/4).

Tigor memaparkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan pasokan beras dalam jumlah besar. Dalam setahun, satu SPPG diperkirakan menghabiskan sekitar 40 ton beras. Jika nasional nanti mencapai 30.000 unit SPPG, maka kebutuhan beras membengkak drastis.

Sebagai contoh, Jawa Barat diproyeksikan memiliki 6.000 SPPG. Artinya, kebutuhan beras di provinsi tersebut mencapai ratusan ribu ton per tahun. BGN pun mensyaratkan beras yang digunakan adalah kualitas premium demi menjaga standar gizi anak.

Tak hanya beras, kebutuhan sayur-mayur tidak kalah besar. Satu SPPG membutuhkan 45 hingga 50 ton sayur setiap tahun. “Jika suatu daerah punya 1.000 SPPG, maka kebutuhan sayur bisa mencapai 50.000 ton per tahun,” kata Tigor. Ini membuka peluang luar biasa bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi.

Dari sisi ekonomi, Tigor menyebut sekitar 70 persen anggaran per SPPG atau sekitar Rp7 miliar digunakan untuk membeli bahan baku dari petani dan pelaku usaha lokal. Dengan 1.000 SPPG di satu provinsi, potensi perputaran ekonomi dari pembelian bahan pangan mencapai Rp7 triliun per tahun.

BGN saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memperkuat produksi dan distribusi. “Saya baru saja pulang dari Padang dan Lombok, berdiskusi soal stok bahan pangan untuk MBG,” pungkas Tigor. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG