BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tatap Stabil dan Terjaga di 2025

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tatap Stabil dan Terjaga di 2025

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan prospek ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 yang menunjukkan optimisme yang cukup kuat.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap tantangan global dan domestik yang bisa mempengaruhi kestabilan ekonomi Indonesia ke depan.

Menurut Rizki, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh dalam kisaran 4,8 hingga 5,6 persen pada 2025, dengan potensi pertumbuhan yang lebih baik pada tahun 2026, yakni di rentang 4,9 hingga 5,7 persen.

Pertumbuhan ekonomi nasional ini diprediksi akan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, bahkan diperkirakan akan meningkat pada 2026.

Meskipun ada perlambatan ekonomi global, sektor investasi dan ekspor Indonesia juga diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang cukup baik.

“Meskipun tantangan global tetap ada, Indonesia berpotensi untuk tetap mempertahankan daya tahan ekonominya,” ucapnya di Kantor BI Sulsel, Selasa (10/12/2024).

Inflasi di Indonesia juga diprakirakan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5% ± 1%, yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP TPID), terus bekerja keras untuk memastikan harga-harga di pasar domestik tetap stabil.

Rizki menjelaskan bahwa kebijakan fiskal yang prudent dan efisien akan turut mendukung pengelolaan anggaran negara dengan hati-hati, yang pada gilirannya juga akan menjaga kestabilan harga.

Bank Indonesia, lanjut Rizki, terus menerapkan kebijakan moneter yang mendukung pengendalian inflasi sambil mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi terbukti efektif melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang telah berperan besar dalam menjaga kestabilan harga pangan di pasar domestik,” terangnya.

Selain itu, Rizki juga menyoroti pentingnya stabilitas nilai tukar Rupiah yang akan dijaga pada tahun 2025. Dengan komitmen tinggi Bank Indonesia dan fundamental ekonomi yang kuat, seperti inflasi yang rendah, imbal hasil investasi yang menarik, dan pertumbuhan ekonomi yang solid, Rupiah diperkirakan akan tetap stabil.

Kesehatan neraca pembayaran Indonesia dan peningkatan cadangan devisa menjadi faktor penunjang stabilitas eksternal yang akan memperkuat posisi Rupiah di pasar internasional.

Di sektor perbankan, Rizki memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit akan meningkat pada 2025 dan 2026, dengan kisaran 11-13%.

Stabilitas sistem keuangan Indonesia juga diyakini tetap terjaga, dengan hasil stress-test menunjukkan ketahanan yang baik terhadap dampak gejolak global.

Hal ini memberikan keyakinan bahwa sektor keuangan Indonesia tetap solid meskipun menghadapi tantangan eksternal.

Di sisi lain, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat. Transaksi e-commerce, digital banking, dan penggunaan uang elektronik diperkirakan akan tumbuh tinggi, mencerminkan adopsi teknologi yang semakin luas di masyarakat.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News