BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan ke depan. Hal tersebut disampaikan dalam forum “Bincang Bareng Media” pada 20 Februari 2026.

Menurut Rizki, penguatan pertumbuhan ekonomi daerah perlu difokuskan pada pilar utama, yakni investasi, sektor industri, belanja pemerintah, serta ketahanan fiskal daerah agar momentum pertumbuhan tetap terjaga.

“Dari sisi investasi, strategi diarahkan pada penopangan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan aktivitas konstruksi. Ia menekankan pentingnya memastikan proyek-proyek strategis yang tengah berjalan tidak terhambat kendala administratif maupun pembiayaan. “Keberlanjutan proyek strategis harus dijaga agar tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan,” jelasnya.

Selain itu, hilirisasi dan diversifikasi ekonomi dinilai menjadi kunci peningkatan daya saing industri daerah. Pemerintah daerah didorong memperluas hilirisasi mineral bernilai tambah tinggi melalui penguatan produk turunan strategis dan penerapan standar keberlanjutan.

Di saat yang sama, struktur ekonomi perlu semakin beragam melalui pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian serta sektor jasa produktif guna menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan jika sektor pertambangan dan industri, koordinasi penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga perlu dijaga agar produksi nikel tetap stabil.

“Kami menilai stabilitas output, transisi produksi yang terukur, serta optimalisasi utilisasi smelter menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja sektor tersebut,” bebernya.

Dari sisi fiskal, Bank Indonesia memandang percepatan realisasi belanja pemerintah daerah perlu dilakukan untuk menjaga permintaan domestik, terutama pada awal tahun. Mekanisme frontloading belanja produktif dan percepatan belanja modal dinilai dapat menjadi stimulus yang efektif.

Dalam jangka panjang, penguatan ketahanan fiskal daerah juga menjadi perhatian. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan kualitas belanja dinilai penting untuk memastikan kesinambungan pembangunan.

Selain itu, pemerintah daerah didorong memanfaatkan skema pembiayaan alternatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta menjajaki kolaborasi pembiayaan dengan perusahaan lokal.

Rizki menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan otoritas terkait menjadi kunci agar berbagai strategi tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Sulawesi Selatan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News