Biogas PLN Bantu Warga Sinjai Sulap Limbah Ternak Jadi Energi Bersih

Biogas PLN Bantu Warga Sinjai Sulap Limbah Ternak Jadi Energi Bersih

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menghadirkan Program Biogas Kampung Energi Terpadu di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Program ini mengubah limbah kotoran sapi milik warga menjadi energi bersih yang dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang dilaksanakan bersama Yayasan Peduli Bangsa Sinjai dan didukung Pemerintah Kabupaten Sinjai. Di dusun tersebut, PLN membangun satu unit biodigester berkapasitas 12 meter kubik yang saat ini dimanfaatkan oleh delapan rumah tangga sebagai tahap uji coba.

Salah satu penerima manfaat, Andi Hasriani (51), mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut. Guru honorer itu kini tidak lagi menggunakan tabung gas untuk memasak.

“Alhamdulillah, dengan biogas kami tidak mengeluarkan biaya untuk membeli tabung gas. Dana yang biasanya dipakai bisa dialihkan untuk kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengaku menghabiskan sekitar empat tabung gas atau sekitar Rp72.000 per bulan untuk kebutuhan memasak. Selain lebih hemat, penggunaan biogas juga dinilai lebih aman karena bekerja pada tekanan rendah tanpa tabung gas.

Tak hanya menghasilkan energi bersih, residu dari pengolahan kotoran sapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Ke depan, residu tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, hingga dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sehingga menciptakan siklus ekonomi berbasis lingkungan di tingkat desa.

Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengapresiasi dukungan PLN dalam menghadirkan program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik dapat mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

“Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan energi memasak yang lebih ramah lingkungan dan peningkatan kualitas lingkungan desa,” katanya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa program biogas ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Melalui TJSL PLN Peduli, kami mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang aman, bersih, dan ramah lingkungan. Biogas di Dusun Bakae menjadi contoh bagaimana limbah ternak dapat diubah menjadi energi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan terus berkembang sehingga lebih banyak rumah tangga dapat merasakan manfaatnya, sekaligus memperkuat kemandirian energi desa.

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang sebelumnya tidak bernilai, warga Dusun Bakae kini mulai membangun sistem energi berbasis komunitas. Limbah ternak yang dulu terbuang kini menjadi sumber energi bersih yang membantu meringankan beban ekonomi sekaligus mendukung lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News