BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Universitas Tadulako Perkuat Literasi Jaminan Sosial

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dengan Universitas Tadulako (Untad) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terkait jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kampus Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Juni 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan nasional, sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai hak-hak pekerja dan pentingnya perlindungan sosial sebelum memasuki dunia kerja.
“Perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi dunia kerja. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak di bangku kuliah,” ujarnya.
Menurut Harjono, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diluncurkan secara nasional pada 2025.
Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang aktif mendukung program tersebut melalui penguatan literasi jaminan sosial di lingkungan kampus.
Selain aspek pendidikan, kerja sama juga membuka peluang pengembangan riset, kajian akademik, publikasi ilmiah, hingga program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Harjono juga mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kontrak di lingkungan kampus.
Hingga kini, sebanyak 353 tenaga kontrak telah terdaftar dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Kami berharap perlindungan sosial ke depan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, termasuk dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai kemitraan antara perguruan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan lembaga penyelenggara jaminan sosial. Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” ujar Amar.
Menurutnya, kampus memiliki peran tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan dan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, Universitas Tadulako membuka peluang kolaborasi yang luas dengan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari penelitian, penyusunan kajian akademik, program pengabdian masyarakat, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang mengangkat isu jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, menilai kerja sama dengan Universitas Tadulako menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan generasi muda.
“Mahasiswa merupakan calon tenaga kerja dan pemimpin masa depan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial sebelum memasuki dunia kerja,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan berharap kemitraan tersebut dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga jaminan sosial dalam memperkuat perlindungan pekerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News