BPOM Bukan Sekedar Pengawas, Tapi Pelayan Masyarakat

BPOM Bukan Sekedar Pengawas, Tapi Pelayan Masyarakat

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Genap setahun Prof. Taruna Ikrar menjabat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, filosofi kepemimpinannya tetap sama: BPOM adalah pelayan masyarakat.

Setiap kebijakan, perizinan, hingga pengawasan yang dilakukan, ia niatkan sebagai ibadah demi keselamatan dan kesejahteraan rakyat.

Dilantik pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo, Prof. Taruna Ikrar tercatat sebagai Kepala BPOM ke-7. Pengakuan terhadap kiprah dan kapasitasnya juga diteguhkan kembali oleh Presiden Prabowo Subianto, yang memberi dukungan penuh agar amanah tersebut dijalankan demi bangsa.

“Ini adalah tugas mulia. Bagi saya, menjadi Kepala BPOM bukanlah sekadar posisi strategis, tetapi amanah yang harus saya jalani sebagai ibadah,” ujarnya dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya yang digelar di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Ia mengakui, setiap keputusan yang diambil selalu ia niatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Setiap tanda tangan yang saya buat selalu saya niatkan sebagai ibadah. Karena keputusan itu menyangkut hidup orang banyak mulai dari izin edar obat, makanan, minuman, hingga kosmetik. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Prof. Taruna, BPOM bukan hanya lembaga pengawas, melainkan mitra kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa peran BPOM adalah melayani baik mereka yang mencari pekerjaan melalui industri farmasi dan pangan, pelaku UMKM yang ingin berkembang, hingga konsumen yang membutuhkan jaminan keamanan produk.

“Kami ini pelayan. Semua pihak punya ruang untuk berkembang, tetapi tetap dalam aturan yang melindungi masyarakat,” jelasnya.

Meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah, penuh dengan tekanan, desakan, bahkan ancaman, Prof. Taruna memilih untuk teguh pada prinsip.

“Saya tidak takut, karena saya yakin jalan yang saya tempuh adalah jalan benar. Saya bekerja dengan tulus dan ikhlas. Semata-mata ini ibadah. Tapi saya juga butuh dukungan dari semua pihak agar amanah ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dalam setahun terakhir, semangat pelayanan itu ia wujudkan dalam berbagai langkah konkret: mempercepat perizinan produk, memperkuat perlindungan konsumen, serta membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk naik kelas melalui pendampingan dan regulasi yang memudahkan.

“Hampir 24 jam sehari, yang saya pikirkan hanya satu: bagaimana BPOM bisa memberi manfaat nyata bagi rakyat. Karena pada dasarnya, kami ada untuk melayani,” tutur Prof. Taruna.

Di akhir refleksinya, ia menyampaikan doa tulus bagi bangsa. “Semoga di hari-hari berikutnya, Allah memberikan pertolongan terbaik untuk negeri kita, untuk masyarakat kita, dan untuk bangsa ini,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News