BPOM Gratiskan Registrasi Pangan Olahan bagi Usaha Mikro dan Kecil

BPOM Gratiskan Registrasi Pangan Olahan bagi Usaha Mikro dan Kecil

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebagai bukti keberpihakan terhadap usaha mikro dan kecil (UMK), BPOM menggratiskan biaya registrasi pangan olahan dari tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam video sambutannya pada kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Lembaga Bantuan Manajemen (LBM) UMKM Tangguh Berkibar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Minggu (7/6/2026) kemarin.

“Masyarakat tidak perlu bayar, gratis bagi produsen dalam negeri dengan kategori usaha mikro dan kecil. Tidak perlu takut terhadap biaya, jangan pernah takut kepada BPOM. Mari bersama-sama ikuti apa yang disiapkan BPOM untuk UMK,” ujar Kepala BPOM RI.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kelompok terbesar yang memanfaatkan layanan registrasi pangan olahan.

Dari total 15.034 perusahaan pangan olahan yang terdaftar di BPOM hingga Maret 2026, sekitar 82% atau lebih dari 12 ribu perusahaan merupakan UMKM. Selain itu, sekitar 62% dari 193 ribu izin edar pangan olahan yang terbit selama April 2021 hingga April 2026 dimiliki oleh pelaku UMKM.

Pada skala industri rumah tangga, hingga 31 Mei 2026 telah diterbitkan 647.865 Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) untuk 242.740 pelaku UMKM.

Statistik ini menunjukkan tingginya antusiasme UMKM untuk meningkatkan standar keamanan, mutu, dan daya saing produknya melalui perolehan izin edar BPOM.

BPOM tidak main-main dalam berpihak pada UMKM yang jumlahnya sangat besar ini. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya melalui pemenuhan standar secara bertahap, asistensi regulatori, pendampingan, bimbingan teknis, coaching clinic, layanan konsultasi, bantuan pengujian produk, keringanan biaya perizinan, hingga program Orang Tua Angkat (OTA) UMKM.

BPOM juga menyiapkan skema penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) secara bertahap agar UMKM dapat naik kelas tanpa mengabaikan jaminan perlindungan kesehatan masyarakat.

Terkait program Orang Tua Angkat (OTA), program tersebut bertujuan memperluas jangkauan dukungan kepada UMKM. Program ini melibatkan industri besar untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha UMKM, transfer pengetahuan, penguatan fasilitas produksi, dan perluasan akses pasar. Hingga saat ini, sebanyak 29 industri pangan telah berkomitmen menjadi OTA bagi 471 UMK pangan olahan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh LBM UMKM Tangguh Berkibar ini merupakan forum yang bertujuan membantu UMKM memperoleh izin edar agar produk yang dihasilkannya dapat naik kelas.

Turut hadir pada kegiatan ini, yaitu Dewan Pembina LBM UMKM Tangguh Berkibar sekaligus Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan Barras; serta Founder LBM UMKM Tangguh Berkibar Tasrudin Muzakir.

Muhammad Qodari sebagai Dewan Pembina LBM mengatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung sekaligus pilar utama perekonomian nasional.

“Peran dari LBM ini membantu pemerintah menyediakan forum dan konsultasi agar masyarakat pelaku ekonomi, khususnya UMKM, bisa meningkatkan kualitas dan pasarnya”, jelasnya.

Qodari juga menambahkan bahwa ini suatu ekosistem kerja sama yang dibangun antara pelaku usaha dan pemerintah dengan dukungan dari lembaga swadaya masyarakat, seperti LBM, yang akan meningkatkan kualitas UMKM hingga ke mancanegara.

Kepala BPOM menyetujui hal tersebut dengan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang terbangun antara BPOM dengan LBM UMKM Tangguh Berkibar.

LBM UMKM Tangguh Berkibar sendiri adalah lembaga bantuan manajemen yang berfokus pada pembinaan, pelatihan, dan peningkatan daya saing pelaku UMKM. LBM diharapkan menjadi mitra strategis dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha serta membangun ekosistem UMKM pangan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.

“Kegiatan pada hari ini adalah salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut. Kami mendorong anggota LBM UMKM Tangguh Berkibar agar dapat memanfaatkan dukungan dan fasilitasi yang disediakan oleh BPOM, sehingga produknya dapat terdaftar di BPOM dan bahkan mampu menembus pasar ekspor,” harapnya.

“UMKM akan maju, berkibar, naik kelas, bahkan bisa menembus pasar global,” pungkas Taruna Ikrar.

(HSN)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News