Buah Bakti H. Kadir Muhammad Dg Nyampa untuk Daerah, Menyulap Ratusan Hektar area Bekas Tambang Menjadi Area Produktif

HARIAN.NEWS,GOWA – Laksana mengayuh sepeda, garis finish sudah perlahan nampak sehingga kita semua berharap tiba dengan senyum kemenangan dan keselamatan, ”
Begitu paparan mendalam seorang Haji Kadir Muhammad Daeng Nyampa, salah satu Pengusaha Senior Gowa.
Ada Empat jam lebih kami berkeliling di lapangan, hamparan sawah yang terletak di Cadika Desa Pa’bentengang Kecamatan Bajeng menjadi lokasi kami berjumpa.
Bersama rekan Rusli Haisarni, rekan jurnalis dari koran Disway, Ketua Kemitraan Polisi Masyarakat Sulsel ini mengajak kami mengecek langsung area seluas 60 hektar yang dahulu menjadi kawasan tambang galian C.
Puluhan tahun sudah kami bergelut di bisnis tambang, tentu persoalan ijin tambang adalah syarat mutlak untuk bergerak di bidang ini dan Alhamdulillah kami miliki, ” ungkap Haji Nyampa sapaannya.
Secara ksatria saya akui bahwa lokasi yang dahulu kami kelola memang sempat tidak terurus, jadi lahan tidak produktif, ” urainya.
Namun, ungkapan mata hati saya tidak bisa dibantah, ketika rutinitas sosial saat bekerja berinteraksi dengan warga dan pemerintah.
Fakta dengan lugas memberikan bukti otentik, pengelolaan tambang dominan merusak kelestarian lingkungan hidup, hal ini menjadi sebuah beban baru bagi semua pihak sehingga perlu ada langkah penanganan yang tepat guna.
Selain soal persoalan lingkungan hidup, Keluhan akan sulitnya pekerjaan ditengah masyarakat lapisan bawah, masalah pertanian yang pelik dimana kelangkaan pupuk dan kebutuhan produksi terus meningkat juga menambah daftar masalah di lapangan. Hasil sharing dengan jajaran pemerintahan, aparat penegak hukum dan aktivis di beberapa pertemuan, membawa saya kepada sebuah keputusan untuk kembali berbenah,” tambahnya.
Semangat untuk menebar manfaat kian membuncah apabila lewat di area TPA Cadika.
” Saya melihat banyak warga yang hidup dari mengelola sampah namun kondisi hidupnya selalu ceria, potret ini menjadi diskusi hangat di internal keluarga dan ternyata pesan hikmahnya besar sekali. Lebih baik hidup dari sampah daripada kita hidup menjadi sampah, “.
Pesan yang sering disentil Ananda Rismawaty Kadir Nyampa menjadi tekad kami untuk bergerak.
Langkah awal adalah lahan seluas dua hektar yang dahulu ditambang kembali ditata, kubangan hasil tambang kami timbun dengan sampah yang bisa didaur ulang oleh tanah, sampah dari plastik kami sortir dengan menggunakan tenaga kerja dari warga sendiri, dampaknya menhasilkan efek ganda, urainya.
“Tanah bekas tambang kembali datar dan diubah menjadi areal persawahan, sementara pengelolaan sampah plastik oleh warga malah mendapatkan sumber keuangan, dimana plastiknya mereka jual kembali, ” urai H. Kadir Nyampa.
Langkah awal di lahan dua hektar ini berjalan sukses, lahan yang dahulu tidak produktif usai ditata malah menjadi sumber pendapatan di bidang pertanian bagi kami.
Lahan seluas 2 Ha itu mampu mrnhasilkan 14 ton gabah usai di panen. Keberhasilan ini menjadi sebuah kegembiraan besar bagi seluruh keluarga dan warga di desa Pa’bentengang.
Tekad itu terus membuncah, apatah lagi saat menyimak program Pemerintah Pusat. Melalui Program Astacita yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, Beliau mengajak semua elemen masyarakat untuk hadir dan bergerak bersama membangun pondasi ekonomi.
” Salah satunya bidang pertanian dimana diharapkan lahan yang tidak produktif dapat dikelola dan ditata untuk dapat menhasilkan produksi,” tambah H. Kadir Nyampa.
Di tahun ketiga, semua simpul tim keluarga dan tim relawan kami kumpulkan. ” Saya mengajak semuanya untuk mendata lahan yang pernah kami kelola dan luas cakupan areanya lebih 100 Ha, kami putuskan bersama lahan itu harus produktif dan sangat selaras dengan program Presiden Prabowo, ” terangnya.
Perlahan tapi pasti, didukung oleh hampir semua pihak khususnya dari pihak Pemkab Gowa, Polres dan Dandim 1409 Gowa, ratusan hektar lahan yang pernah ditambang kami tata ulang, Alhamdulillah di tahun ke empat tepatnya di awal tahun 2024 ratusan lahan sudah bisa menhasilkan tanaman padi dan palawija, ” kunci H. Nyampa dengan desahan nafasnya yang lepas, ada rona senyum diwajahnya.
Dirinya bersyukur, lahan yang disulapnya ternyata bisa ditanami dua tiga kali dalam setahun.
” Hasilnya khususnya produk padi yang dihasilkan cukup memuaskan,”urainya.
Proses penimbunan area lahan yang tidak produktif masih terus berjalan, sisi lain minat warga untuk mengelola bahan sampah plastik juga terus bertambah, ” Alhamdulillah selain ratusan ton padi sudah sukses di produksi, warga memilih jadi pemulung produktif dimana mereka mensortir sampah sebelum dibuang ke bekas kubangan tambang, sampah plastik ternyata mampu menghasilkan pendapatan lebih tinggi daripada menjadi buruh bangunan sehingga minat warga terus bertambah,” ungkapnya.
Dua tahun berjalan, kini di sepanjang dua kecamatan baik di Kecamatan Bajeng dan Pallangga, sebanyak 100 hektar lebih lahan bekas tambang kini berubah menjadi area produktif, ratusan ton padi sudah dipanen dan menambah hasil produksi pertanian Kabupaten Gowa, ” ungkap Haji Kadir Nyampa sambil mrmbawa kami keliling dengan mobilnya meninjau lokasi.
Langkah seorang Haji Kadir Muhammad Nyampa, salah satu tokoh pergerakan massa di Kabupaten Gowa ini menjadi sebuah inspirasi bagi publik.
Kebesaran jiwanya mengakui akan dampak dari hasil usahanya dahulu yang mengelola tambang kini dengan sadar kembali dibenahi.
Sebuah potret akan besarnya nilai sebuah kejujuran, di awal mengundang protes dan mengandung kontroversi namun di akhir langkah juga mengundang tanya dan mengandung kesadaran kolektif.
Kini, potret area yang dahulu gersang di sepanjang bekas tambang di Desa Cadika Pa’bentengang Bajeng kini berubah menjadi hamparan hijau, dimana puluhan hektar lahan kini telah kembali produktif dan ditanami varietas padi dan jagung karena tekad besar seorang tokoh daerah.
Membuka lahan produktif kembali menjadi area produksi pertanian adalah sebuah wujud nyata akan sebuah dedikasi dan bakti bagi daerah dan bangsa.
Sejak siang kami berkeliling di dua kecamatan, dan ketika sore perlahan menyapa kecamatan Bajeng, kami pun pamitan kembali menuju Sungguminasa. Menorehkan tulisan singkat akan bukti nyata sebuah tekad dari seorang Haji Kadir M Daeng Nyampa, merubah lahan non produktif menjadi area persawahan seluas ratusan hektar di dua kecamatan di Gowa.
Di ungkapan akhirnya, Haji Nyampa kembali berucap, ” Saya bersyukur apabila rekan jurnalis lain mau berkunjung, saya akan terus berjuang Dinda menebar manfaat untuk sesama, sekali lagi, garis finish sudah mulai terlihat tentu di akhir kehidupan kita, kebahagiaan sejati wajib di rengkuh dan kuncinya adalah kehadiran seseorang manfaatnya harus dirasakan orang lain, ” begitu tutur katanya sebelum kami boncengan pulang. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN