Bukan Uang, Studi Harvard Ungkap Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Selama ini uang dan ketenaran kerap dianggap sebagai sumber kebahagiaan. Namun, hasil penelitian panjang Harvard Study of Adult Development menunjukkan hal sebaliknya.
Studi yang telah berlangsung sejak 1938 ini menemukan bahwa hubungan yang sehat dan bermakna justru menjadi kunci kebahagiaan sejati sekaligus faktor penting untuk kesehatan.
“Temuan mengejutkan adalah bahwa hubungan kita, dan seberapa bahagianya kita dalam hubungan tersebut, berpengaruh kuat terhadap kesehatan,” ujar Robert Waldinger, direktur studi sekaligus profesor psikiatri di Harvard Medical School, dikutip Kamis (2/10/2025).
Menurut Waldinger, merawat tubuh memang penting, tetapi menjaga kualitas hubungan juga merupakan bentuk perawatan diri yang tidak kalah vital. Ia memperkenalkan konsep social fitness, yakni merawat hubungan layaknya olahraga: perlu usaha, komitmen, dan dilakukan secara rutin.
Selama lebih dari 85 tahun, para peneliti mengikuti kehidupan ribuan orang dari berbagai latar belakang. Hasilnya menunjukkan, mereka yang paling puas dengan hubungan di usia 50 tahun adalah orang-orang yang paling sehat di usia 80 tahun.
Beberapa sumber kebahagiaan yang diungkap studi ini antara lain:
- Hubungan yang suportif dan penuh kepercayaan.
- Pola pikir positif menghadapi tantangan.
- Gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan pola makan seimbang.
- Keterlibatan aktif di komunitas sosial.
- Pekerjaan bermakna yang memberi tujuan.
- Lingkungan masa kecil yang hangat.
- Refleksi sosial untuk merawat hubungan penting.
“Bukan kadar kolesterol di usia paruh baya yang menentukan bagaimana seseorang menua, melainkan kepuasan atas hubungan mereka,” tambah Waldinger.
Sementara itu, studi lain dari AARP (2012) juga menguatkan temuan ini. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 4.000 orang dewasa, kebahagiaan banyak dipengaruhi oleh kesehatan, hubungan, kesenangan sederhana, dan rasa kendali atas kehidupan.
Namun, bagaimana jika seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak membahagiakan, baik dalam percintaan, pertemanan, maupun pekerjaan? Menurut pakar psikologi, ada dua hal yang bisa dilakukan: pertama, menyadari bahwa setiap orang punya pilihan cara merespons, dan kedua, menjaga jarak dari situasi yang merugikan, baik secara fisik maupun mental.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News