Logo Harian.news

“Bunda Makasih Uda Besarin Aku”, Pesan Anak SD yang Kabur dari Rumah Gegara Tak Sanggup Dimarahi Ibu

Editor : Redaksi Kamis, 16 Februari 2023 21:38
Anak SD yang kabur dari rumah karena tak sanggup kerap dimarahi sang ibu. Dok. Ist
Anak SD yang kabur dari rumah karena tak sanggup kerap dimarahi sang ibu. Dok. Ist

HARIAN.NEWS – Jagat maya selalu menghadirkan kehebohan hingga menjadi viral. Kali ini kisah seorang anak bangku sekolah dasar (SD) kabur dari rumahnya lantaran tak tahan sering dapat marah.

Bahkan, bukan dari orang lain, tetapi dari orang terdekatnya yakni orang yang melahirkannya. Dalam video yang viral, menceritakan seorang bocah SD berinisial H di Palembang kabur dari rumah dan meninggalkan sebuah surat untuk ibunya.

Dikutip urban.id, peristiwa itu terjadi pada November 2022 dan kembali diunggah aku Instagram @insta_julid. Saat itu H dikabarkan tidak pulang ke rumah setelah pulang sekolah, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (7/11/2022) lalu.

Namun saat dilakukan pengecekan CCTV kompleks rumahnya, ternyata H kabur saat orang tuanya tidak ada rumah.

“Bpk/ibu mohon diinformasikan atau di share anak ini pergi meninggalkan rumahnya sore tadi selepas pulang sekolah sampe sekarang belum ditemukan, namanya H, barang kali bapak/ibu melihat anak ini segera hubungi kami…+62852-XXX-XXX Noperi,” bunyi siaran pesan Whatsapp mengabarkan kaburnya H.

Dok. Ist
Pesan itu disertai foto dan secarik kertas yang ditulis tangan oleh H. Kertas itu berisi pesan kepada sang ibu sebelum kabur dari rumahnya.

Dalam suratnya, H mengaku tidak sanggup lagi dimarahi ibunya. Namun H menyampaikan rasa terima kasih karena sang ibu telah berkenan merawatnya.

“Bunda makasih sudah besarin aku. Aku tidak sanggup lg. Makasih, Bunda jangan cari aku,” tulis H.

Hingga malam tiba, bocah yang merupakan siswa sekolah di MIN 1 Palembang itu belum juga ditemukan. Pencarian baru membuahkan hasil pada pukul 01.30 WIB.

Haikal ditemukan sedang dalam keadaan tidur di Taman Samping Kolam Simpang Polda Sumsel. Bocah ini kemudian diajak pulang ke rumah orang tuanya.

Dalam pengakuannya kepada wali kelas, H menyebut tidak sanggup terus-terusan dimarahi sang ibu. Ia mengaku tersiksa dan memutuskan kabur.

Kasus ini pun diharapkan menjadi pelajaran bagi orang tua, agar lebih bersabar dan memahami psikologis anaknya.

“Tahanlah amarah mu Bunda, yakinlah si kecil akan berubah berkat kelembutanmu,” ungkap narasi videonya.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda