Cegah “Perang Sarung” 15 Pelajar Diamankan Polsek Ngluwar

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Polsek Ngluwar, Polresta Magelang mengamankan belasan anak muda yang diketahui masih berstatus pelajar di wilayah Desa Trayem, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Para remaja yang diamankan ke Mapolsek Ngluwar ini karena diduga hendak tawuran “perang sarung” ke dua kelompok. Mereka diamankan pada malam hari ke dua puasa Ramadhan 1444 Hijriah.

Kapolsek Ngluwar Iptu Honi Zulqirom menjelaskan remaja pelajar yang diamankan sebantak 15 orang anak. Dan mereka diketahui masih duduk di bangku sekolah baik tingkat SLTP maupun SMK dari berbagai sekolah.

Kapolsek Ngluwar bersama Koramil Ngluwar dan Korwil Dinas Pendidikan memberi arahan orang tua anak yang hendak tawuran. (Ft. Hms/Mohis/HN)

Kapolsek Ngluwar mengatakan para remaja ini diamankan sebagai langkah tegas pihak polisi untuk mencegah aksi tawuran. Terlebih saat ini sedang memasuki bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah.

“Kita tidak ingin Ramadhan 1444 Hijriah ini ternoda oleh aksi tawuran atau perang sarung oleh anak remaja maupun kelompok tertentu,” kata Kapolsek Ngluwar.

Bicara soal pencegahan tawuran atau aksi kriminal jalanan maupun konvoi anak sekolah, Kapolsek Ngluwar Polresta Magelang mengaku jika pihaknya menggandeng tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat serta dinas pendidikan.

“Kita juga sudah melakukan pertemuan antara tokoh masyarakat dan dinas pendidikan khusus membahas pencegahan aksi tawuran,” tambah Iptu Honi.

Terkait hasil kesepakatan dalam pertemuan, masyarakat yang menemukan kumpulan para pelajar atau remaja yang sedang berkumpul dengan tujuan tidak jelas maka segera menghubungi pihak kepolisian.

Hal ini disepakati guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Sementara itu, Camat Ngluwar Rochmad Zani, S.Sos mengaku mengapresiasi langkah kepolisian yang sigap mengambil sikap untuk mencegah aksi kriminalitas para anak remaja. Termasuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan Dinas Pendidikan.

Terkait penangkapan 15 anak pelajar yang diduga hendak tawuran di wilayah Trayem, polisi setempat pun memanggil orang tua mereka. Sedangkan seorang perwakilan orang tua anak yakni Sugiyono mendukung langkah yang diambil polisi.

Hal serupa dengan perwakilan guru yakni Sutrisno, S.Pd yang turut dipanggil ke Polsek, menyatakan pihaknya akan memperkuat karakter para pelajar sesuai dengan kurikulum. (Mohis)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News