Cermin

HARIAN.NEWS – Hitungan hari menjelang Pemilu, persaingan semakin memanas. Sebagai negara berdemokrasi semua berhak untuk menyampaikan pandangan-pandangan politik. Tetap memegang budaya ketimuran mengedepankan koridor persatuan dan kesatuan. Kita bukan menganut demokrasi ala barat. Jangan membuat luka terlalu dalam, kata Jokowi.
Fakta terkadang melenceng dari harapan. Masing-masing paslon dan pendukung sering melontarkan bahasa yang tidak mengedukasi, cenderung melukai.
Apa yang coba disampaikan tidak “aplle to aplle”. Perbandingan tidak sepadan. Realita dan gagasan jauh panggang dari api. Setidaknya Pancasila harus jadi ideologi yang bekerja (working ideology) untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana tertera dalam Pembukaan UUD 45. Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga perdamaian dunia. Bercermin dari kejadian-kejadian, mengumpat dsb, sudah sesuaikah dengan nilai etika yang dielukan?.
Peneguhan Pancasila sebagai dasar negara penting bahkan amat penting, tetapi realisasi nilai-nilai Pancasila juga penting.
Pemahaman berbeda jangan diruwetkan.
Menjadi tantangan bagi semua saat pencoblosan, karena potensi apapun bisa terjadi. Jika terlaksana dengan baik, maka mendatangkan dampak positif bagi seluruh bangsa. Namun, hal sebaliknya harus diantisipasi agar tetap kondusif. Di alam ini, ada hukum yang tidak bisa ditawar. Ia yang memberi pasti akan menerima.
Kalau dulu cinta sekarang benci atau sebaliknya, dulu sebel sekarang senang betul, tidak usah dipertanyakan apalagi sampai putus silaturahmi. Tidak jarang hanya persoalan selera, timbul api pertengkaran, bahkan di dalam rumah pun pilihan berbeda. Ibu menjagokan paslon no 01, anak memilih no 02 dsb. Inilah demokrasi, akan ada kontroversi. Cukup dinikmati semua proses.
Janganlah terlalu memaksakan kesamaan terhadap idolanya. Berbeda tapi tetap satu. Rakyat sudah makin pintar. Seperti apa pemimpin/ leader yang dibutuhkan. Bagaimana moralitas dan etikanya. Apakah secara intelektual mampu mengabstraksi kepentingan bangsa.
Harus optimistis, proses demokrasi berjalan dengan baik.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News