Chairil Muin : Seminar Hari Jadi Malino adalah Wujud Aspirasi Warga Tinggimoncong

GOWA, HARIAN.NEWS – Kesuksesan seminar yang dilaksanakan para mahasiswa Unhas dari Fakultas Ilmu Budaya pada Kamis, 14 Juni 2023 di Malino menjadi sebuah rangkuman harapan warga dataran tinggi.
Ungkapan itu disampaikan Chairil Muin Karaeng Ola salah satu tokoh berpengaruh di dataran tinggi. Kepada harian.news, cucu dari Karaeng Pa’do, salah satu tokoh pejuang heroik asal Tinggimoncong yang berhasil membunuh Aspiran Controller Belanda F.R Westhoff ( Tuan Petoro ) tanggal 17 Desember 1946 ini menjelaskan kronologi kegiatan.
“Hasil laporan semua Dosen Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unhas menyampaikan bahwa mereka telah mengirim surat kepada Bupati Gowa, karena agenda Bupati padat maka diarahkan audience dengan Kadis Disdik Gowa, kegiatan ini bermula dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat ( PPM ) yang hendak membina satu kampung di Tinggimoncong menjadi kampung Inggris,” begitu uraian awal Chairil Muin Karaeng Ola, via aplikasi messenger WhatsApp, Ahad, 18 Juni 2023.
Sebelum melaksanakan audience , para Dosen intens melakukan sosialisasi dengan semua elemen masyarakat di Tinggimoncong.
” Semua pihak mendukungnya dan beberapa elemen masyarakat Malino kemudian mengusulkan, selain program Kampung Inggris bisa terwujud, seminar ini juga bisa membahas soal harapan masyarakat Tinggimoncong agar sejarah kota Malino bisa diabadikan dalam sebuah peringatan hari jadinya, usulan elemen masyarakat ini disambut baik Para Dosen Unhas, usai itu menhadap Kadis Disnak Kabupaten Gowa yang dipimpin oleh Dr.Nasmilah, Dip. TESL.M.Hum,” lanjutnya.
Jadi kegiatan seminar Kamis kemarin itu dilaksanakan dengan dua sesion, seminar penempatan Kampung Binaan Inggris dan seminar membahas hari jadi Malino, hasil seminar itu akan diserahkan Panitia Pelaksana seminar ( Dosen Unhas ) ke pihak Pemkab Gowa,tambahnya.
Jadi, hasil seminar itu baru usulan, kami masyarakat Tinggimoncong tentu berharap dan kami yakin akan di dukung Pemkab Gowa akan menindaklanjuti dengan mengundang kalangan Akademik atau Kampus untuk menyusun sebuah naskah akademik. Seminar kemarin berupa keputusan warga Malino dan bersifat usulan,” tegas Chairil Muin.
Dirinya menjabarkan bahwa hadirnya kesepakatan akan usulan Hari Jadi Malino jatuh pada tanggal 18 Desember 1927 itu berdasarkan hasil kajian sejarah dan salah satu panelisnya adalah Prof.Dr.Andi Halilintar Latif, M Si seorang Sejarawan.
“Poros jalan Sungguminasa sampai ke Malino sudah tembus pada tahun itu (1927 ) diperintahkan oleh Pemerintah Belanda dengan memakai tenaga kerja para tawanan perang, sementara tanggal 18 Desember adalah hari sejarah heroik seluruh warga Dataran Tinggi khususnya Tinggimoncong berjuang melawan penjajahan Belanda,”lanjut Chairil Muin.
Jadi, keputusan Seminar Malino Kamis kemarin adalah usulan ke Pemkab Gowa dan semua warga sekali lagi berharap Pemkab Gowa dan DPRD Gowa menindaklanjuti harapan masyarakat Tinggimoncong.
Dari informasi sejarah yang didapatkan harian.news, diketahui sebelum nama Malino diabadikan, dahulu namanya bernama “Kampung Lappara” ( tanah datar, red), menjadi area bagi seluruh ternak warga yang bermukim di sepanjang Gunung Bawakaraeng.
“Nama Malino itu diambil dari salah satu sungai yang dilewati saat menuju jantung Kota Malino,” ungkap Chairil Muin Karaeng Ngola.
Arifin atau biasa di panggil iping ( salah satu penulis buku Sejarah Tinggimoncong yang diterbitkan oleh Lembaga Kajian dan penulisan sejarah budaya Sulsel tahun 2013 ) yang juga aktivis pergerakan dari Kecamatan Tinggimoncong mendukung sepenuhnya hasil seminar.
“Sejarah Malino itu terbilang panjang dan unik, Tinggimoncong atau Malino itu adalah kecamatan yang dahulu memiliki kantor perwakilan Bupati, ada kantor Kejaksaan, Kantor Pengadilan dan hanya di Tinggimoncong sampai hari ini sematan kepada Camat, Koramil dan Kapolsek masih menggunakan kata Muspika bukan Tripika, ini sisi Pemerintahan, soal sejarahnya sebelum Republik berdiri, Malino memiliki beberapa kerajaan kecil dan itu masih lestari sampai sekarang, sejarah kepahlawanan akan bukti perjuangan melawan Penjajah, Karaeng Ola sudah jelaskan dengan utuh, sehingga merupakan sebuah harapan, hadirnya sebuah Perda akan hari jadi Malino menjadi dambaan semua warga di area Gunung Bawakaraeng,” ungkap Arifin
Semua pihak memastikan akan mengawal usulan tersebut. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : Yusrizal Kamaruddin