Daftar 5 Tim Gugur di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Daftar 5 Tim Gugur di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan wajah baru sekaligus kejutan besar. Sejumlah tim unggulan yang diprediksi melangkah jauh justru harus menghentikan perjalanan lebih cepat setelah gagal melewati fase gugur.

Hingga Rabu (1/7/2026), sedikitnya lima negara dipastikan angkat koper dari turnamen terbesar sepak bola dunia.

Drama adu penalti, gol menit akhir, hingga tumbangnya tim-tim unggulan menjadi warna yang mendominasi fase awal knockout.

Dari sekian hasil mengejutkan, tersingkirnya Jerman dan Belanda menjadi sorotan utama.

1. Jerman: Favorit yang Kembali Kehabisan Napas

Jerman kembali mengalami malam yang pahit di panggung Piala Dunia.

Die Mannschaft gagal menembus babak berikutnya setelah dikalahkan Paraguay melalui adu penalti usai bermain ketat sepanjang waktu normal dan tambahan.

Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Jerman dalam beberapa edisi terakhir. Status sebagai kandidat juara belum mampu diterjemahkan menjadi konsistensi di fase gugur.

Sorotan juga tertuju kepada Manuel Neuer yang menjalani laga terakhirnya di ajang Piala Dunia. Penampilan sang kiper senior menutup sebuah era besar sepak bola Jerman, meski berakhir tanpa cerita manis.

2. Jepang: Perlawanan Sengit yang Belum Cukup

Harapan Asia untuk kembali menciptakan kejutan harus tertahan.

Jepang tampil disiplin dan mampu membuat Brasil bekerja keras sepanjang pertandingan. Namun efektivitas serangan dan kualitas individu pemain Brasil menjadi faktor pembeda.

Samurai Biru akhirnya menyerah 1-2 dan gagal menyamai ambisi melangkah lebih jauh di turnamen kali ini.

Brasil kini memastikan tiket menuju babak 16 besar dan bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Norwegia.

3. Belanda: Drama Penalti Kembali Menghantui

Belanda kembali merasakan pahitnya adu penalti.

Oranje sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo membuka keunggulan melalui gol yang membakar semangat tim. Namun Maroko menunjukkan mental kuat dan mampu menyamakan kedudukan pada fase akhir pertandingan.

Skor imbang memaksa duel berlanjut hingga adu penalti.

Di momen penentuan, Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan dengan penyelamatan krusial sebelum Maroko memastikan kemenangan 3-2.

Hasil ini memperpanjang kutukan Belanda yang kembali gagal melewati fase gugur melalui adu penalti dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

4. Pantai Gading: Haaland Menghancurkan Harapan Afrika

Pantai Gading nyaris memaksakan laga hingga perpanjangan waktu.

Norwegia sempat unggul lebih dahulu sebelum wakil Afrika itu mampu bangkit dan menyamakan skor lewat serangan cepat yang efektif.

Saat pertandingan terlihat menuju babak tambahan, Erling Haaland muncul sebagai pembeda.

Gol pada menit-menit akhir menjadi penentu kemenangan 2-1 sekaligus mengantar Norwegia menjaga mimpi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Lolosnya Norwegia membuka duel menarik melawan Brasil pada fase berikutnya.

5. Afrika Selatan: Tuan Rumah Terlalu Tangguh

Afrika Selatan menjadi tim pertama yang tersingkir di fase 32 besar.

Menghadapi Kanada yang tampil dengan dukungan penuh publik sendiri, Bafana Bafana gagal memanfaatkan peluang yang dimiliki.

Satu gol cukup untuk memastikan kemenangan Kanada sekaligus menghentikan langkah wakil Afrika tersebut.

Hasil ini mempertegas bahwa status tuan rumah masih menjadi salah satu faktor penting di pertandingan fase gugur.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 pun membuktikan satu hal: reputasi bukan jaminan. Saat tekanan meningkat, efektivitas, mental bertanding, dan ketenangan di momen krusial menjadi pembeda antara bertahan dan pulang lebih awal. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG