Dampak Karhutla, BPBD Makassar Siapkan Langkah Preventif Hadapi Kabut Asap

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara dan kabut asap yang terjadi sejak akhir September 2026. Hal itu menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia.
Langkah tersebut meliputi pembagian masker, penguatan koordinasi lintas instansi, serta penyiapan posko bantuan logistik kesehatan.
Muhammad Fadli Taha mengatakan pihaknya mengutamakan pencegahan dan kesiapsiagaan terpadu. Karena itu, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan dampak kualitas udara yang memburuk.
“Langkah awal kami adalah membagikan masker secara masif, memprioritaskan petugas lapangan, pengguna jalan, anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan. Kami sedang memverifikasi stok masker yang ada agar layak dibagikan segera,” kata Fadli, Saat menghadiri coffe morning bersama awak media, Kamis (15/10/2026).
Pemkot Makassar juga memprioritaskan pembagian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Melalui langkah ini, pemerintah berupaya mengurangi risiko paparan partikel halus PM2.5, terutama bagi kelompok rentan.
Dimana diketahui, BMKG Makassar melaporkan penurunan kualitas udara sejak 30 September 2026. Bahkan, pada waktu tertentu, konsentrasi PM2.5 mencapai 153–158 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Makassar meningkatkan pemantauan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari bulanan menjadi harian sejak 1 Oktober 2026. Hingga 14 Oktober, Dinkes mencatat 7.940 kasus ISPA secara kumulatif.
Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan masyarakat agar melindungi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan penyakit penyerta dari paparan udara tidak sehat.
“Selain menyiapkan pembagian masker, BPBD Makassar mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana,” bebernya.
Lebih jauh, Muhammad Fadli Taha mengaku telah membentuk dan mengedukasi komunitas di tingkat kelurahan agar warga mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana.
“BPBD menggandeng PMI, dan sejumlah relawan untuk melaksanakan penyemprotan eco-enzyme, sesuai rencana yang disampaikan dalam koordinasi penanganan,” tuturnya.
Sementara itu Pemkot Imbau Warga Kurangi Paparan Asap Pemkot Makassar mengimbau masyarakat tetap tenang dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pemerintah juga menganjurkan warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi paparan udara yang tidak sehat. Melalui koordinasi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat, Pemkot Makassar berupaya memperkuat perlindungan warga selama kualitas udara belum kembali membaik.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News