Dari Sampah Plastik Menjadi Pulsa: Inovasi Baru Indosat Wujudkan Ekonomi Hijau di Kampus

Dari Sampah Plastik Menjadi Pulsa: Inovasi Baru Indosat Wujudkan Ekonomi Hijau di Kampus

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) terus mendorong inovasi sampah plastik menjadi pulsa melalui program yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.

Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga dijadikan sebagai objek penelitian oleh berbagai kampus yang bekerja sama dengan Indosat.

“Target kami adalah menjadikan sampah plastik yang terkumpul sebagai objek penelitian untuk program S2. Itulah alasan kami bekerja sama dengan kampus, bukan dengan pihak lain,” ujar Mahfudz Marzuki, AVP CSR Environment & Philanthropy Indosat, dalam keterangan resminya.

Salah satu contoh kolaborasi ini terlihat di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, di mana mahasiswa program S1 hingga S2 meneliti konversi sampah plastik menjadi bahan bakar.

Sementara di Universitas Mataram (Untram), mahasiswa berhasil mengembangkan produk seperti pelumas (gris) dari sampah plastik, serta menciptakan barang lain seperti pot bunga.

Makassar menjadi kota pertama di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa) yang mengimplementasikan inovasi ini.

Indosat menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam program penghijauan ini, dengan layanan penukaran sampah plastik menjadi pulsa yang berlaku bagi pengguna IM3 maupun Tri.

“Inisiatif ini merupakan yang ketiga di Indonesia, setelah sebelumnya kami menghadirkan box penukaran sampah plastik di Undip, Semarang, dan Rate Race Mandalika bekerja sama dengan Untram,” jelas Mahfudz.

Dipilihnya Unhas sebagai mitra karena visi kampus tersebut yang sejalan dengan konsep Green Campus. Setelah diskusi mendalam, pihak kampus menyambut antusias kolaborasi ini.

Program “Sampah Jadi Pulsa” pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Indosat di pilar lingkungan.

Program ini bertujuan mengatasi masalah sampah plastik dengan mengonversi sampah menjadi pulsa, sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia, khususnya dalam penerapan ekonomi hijau dan inovasi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News