Dinkes Makassar Bagikan Tips tentang Sleep Paralysis dan Fenomena yang Sering Dialami

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dilansir dari akun Instagram resmi @dinaskesehatankotamakassar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memberikan informasi seputar fenomena sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.
Sleep paralysis adalah kondisi di mana seseorang merasa sadar tetapi tidak dapat bergerak atau berbicara. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berada di antara fase tidur dan bangun.
Dinkes menjelaskan bahwa saat sleep paralysis, otak mulai sadar, tetapi tubuh masih dalam keadaan “lumpuh” sementara.
Kelumpuhan sementara ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mencegah gerakan yang mungkin berbahaya saat bermimpi. Berikut beberapa fenomena yang kerap terjadi saat seseorang mengalami sleep paralysis:
1. Halusinasi Visual dan Auditori: Banyak orang melaporkan melihat atau mendengar hal-hal aneh, seperti sosok bayangan atau suara-suara mengganggu. Halusinasi ini terjadi karena otak masih dalam kondisi setengah bermimpi sehingga menciptakan sensasi yang tampak nyata namun menakutkan.
2. Sensasi Tertekan atau Sesak Napas: Banyak orang merasa seperti ada sesuatu yang menekan dada atau membuat sulit bernapas. Hal ini disebabkan oleh otot-otot tubuh yang masih rileks, sehingga napas terasa terbatas.
3. Merasa Kehadiran ‘Makhluk’: Beberapa orang mengaku merasakan ada sosok lain di ruangan atau bahkan di tempat tidur mereka. Ini adalah bentuk halusinasi yang dipicu saat otak mencoba memahami sensasi yang tidak biasa, terutama dalam suasana yang gelap dan sunyi.
4. Sensasi Tubuh Bergerak atau Melayang: Sebagian orang melaporkan sensasi tubuh seperti melayang, berputar, atau ditarik, yang merupakan efek dari otak yang berada di ambang antara tidur dan sadar.
Dinkes Makassar berharap dengan memahami fenomena ini, masyarakat dapat mengelola rasa takut dan lebih memahami sleep paralysis sebagai kondisi yang umum dan tidak berbahaya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News