Diperiksa Polisi 6 Jam, SYL Pilih Bungkam soal Dugaan Diperas Firli Bahuri

HARIAN.NEWS. JAKARTA -Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memilih bungkam usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pemerasan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam penaganan perkara korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2021
Pemeriksaan terhadap Syahrul Yasin Limpo ini dilakukan di Kantor Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (31/10/2023) kemarin. Setelah rampung menjalani pemeriksaan selama sekitar 6 jam, Syahrul Yasin Limpo memilih tak menjawab satu pun pertanyaan awak media.
Dari pantauan merdeka.com yang dikutip harian.news, SYL tampak keluar dari lobi Gedung Bareskrim Polri sekira pukul 19.16 WIB yang dikawal ketat penyidik KPK dan beberapa anggota kepolisian.
Mantan Bupati Gowa itu menggunakan rompi tahanan KPK dan hanya bungkam seribu bahasa ketika ditanya awak media terkait berapa nominal uang yang diperas oleh Firli Bahuri. Politikus Partai NasDem ini memilih terus berjalan ke mobil penyidik KPK.
Saat disodorkan banyak pertanyaan di dalam mobil pun, eks Gubernur Sulawesi Selatan ini enggan membuka mulutnya.
Dicecar Penyidik 22 Pertanyaan
Selain SYL, eks Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kementan M Hatta juga terlihat keluar bersamaan dengan mantan atasannya dan langsung bergegas menuju mobil KPK.
Kuasa hukum SYL, Jamaludin Koedoboen mengatakan kliennya disodorkan pertanyaan oleh penyidik selama kurang lebih 22 pertanyaan. Menurut dia pemeriksaan pada kali ini hanya untuk menjaga konsistensi SYL pada pemeriksaan sebelumnya di Polda Metro Jaya.
“Kurang lebih ada 22 pertanyaan sebelumnya pertanyaan itu pengulangan saja mungkin juga untuk menjaga konsistensi beliau,” kata Jamaluddin, dikutip Rabu (1/11/2023).
Baca berita lainnya Harian.news di Google News