Disdagkop UKM Kabupaten Magelang Ungkap Penyebab Harga Telur Tinggi

Disdagkop UKM Kabupaten Magelang Ungkap Penyebab Harga Telur Tinggi

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Harga telur ayam di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah hingga kini masih tinggi. Kenaikan harga telur inipun berdampak luas di masyarakat terutama pelaku UMKM. 

Pihak Dinas Perdagangan, Koperasi UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang pun mengungkapkan penyebab kenaikan harga telur ayam ini. 

Saat ditemui di kantornya, Fungsional Analis Disdagkop UKM Magelang, Tri Handayani mengakui jika harga telur ayam masih mahal. Dari pendataan pihaknya di pasar tradisional, harga telur ayam di daerah ini masih berada di level Rp 30 ribu hingga Rp 31 ribu per kg. 

“Hanya di Pasar Secang dan Pasar Kaliangkrik yang harganya Rp 29 ribu per kg untuk hari ini. Harga hari ini ya,” ujar Tri Handayani di kantornya. 

Tri Handayani pun mengakui soal penyebab harga telur yang masih merangkak naik. Menurut Tri, penyebab harga telur ayam melonjak adalah erat kaitannya dengan program pangan yang diluncurkan pihak Bapanas (Badan Pangan Nasional) yang mengatur tentang pangan nasional. 

“Penyebab kenaikan harga telur ayam yang terjadi saat ini adalah program pangan dari Bapanas berupa bantuan sosial non tunai untuk penanganan stunting,” kata Tri Handayani. 

Tri juga menepis jika kenaikan harga jagung sebagai bahan pokok pakan ternak ayam adalah pemicu kenaikan harga telur ayam. 

“Bukan karena harga jagung naik. Itu tidak pengaruh. Karena kenaikannya juga sedikit dan itu biasa saja,” timpalnya.

Dijelaskan oleh Tri, kebutuhan pihak Bapanas untuk memenuhi stok telur ayam secara nasional harus memenuhi sebanyak 1,284 juta kepala keluarga (KK) yang harus mendapat bantuan pangan. 

Bantuan pangan ini, selain telur ayam, daging ayam juga masuk dalam daftar yang menjadi kebutuhan pangan yang akan disalurkan kepada penerima bantuan pangan tersebut. 

“Bisa kita bayangkan, Bapanas butuh bantuan daging ayam 1 kg, telur ayam 1 kg utk bantuan 1,284 juta KK secara nasional. Dan, Jateng target 322.496 KK untuk April hingga Juni 2023. Sehingga permintaan dua bahan pangan bantuan ini telur ayam dan daging ayam tentu tak sebanding dengan stok yang tersedia,” urainya. 

Ditambahkan oleh Tri Handayani, selain telur ayam, daging ayam juga merangkak naik karena juga dipicu oleh tingginya permintaan dari program Bapanas. Hingga hari ini, harga daging ayam potong Rp 36 ribu hingga Rp 39 ribu. (Mohis) 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News