Logo Harian.news

Ditakuti Mafia Pangan, Mentan Amran bak ‘Jenderal Perang’ di Kabinet Merah Putih

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 22 Februari 2026 18:18
Prof. Muhammad Nur Sadik
(Ketua Departemen Politik dan Kebijakan Strategis BPP KKSS) ||Ist
Prof. Muhammad Nur Sadik (Ketua Departemen Politik dan Kebijakan Strategis BPP KKSS) ||Ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pakar Kebijakan Publik Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik, menilai kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merupakan cerminan kepemimpinan publik yang terarah, tegas, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Kaprodi Program Doktor Administrasi Publik UNAS tersebut menyatakan bahwa berbagai langkah strategis yang ditempuh Mentan Amran dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan menunjukkan karakter pemimpin yang tidak ragu mengambil keputusan cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah kebijakan publik yang jelas arahnya, tegas dalam eksekusi, dan nyata keberpihakannya kepada rakyat,” ujar Prof. Nur Sadik.

Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan

Menurutnya, gaya kepemimpinan Mentan Amran memiliki karakter khas “jenderal perang” — tegas, berwibawa, bijaksana, serta sangat peduli terhadap kepentingan petani dan masyarakat kecil. Dalam berbagai momentum gejolak harga pangan, Mentan Amran dikenal turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.

“Beliau tidak gentar menghadapi mafia pangan. Ketika terjadi gejolak harga di pasar, beliau turun tangan, dan harga bisa kembali stabil. Ini menunjukkan kepemimpinan yang hadir dan bekerja nyata,” tegasnya.

Kepemimpinan Berani dan Visioner

Baca Juga : Kementan Genjot Hilirisasi 7 Komoditas, Anggaran Rp9,5 T

Guru Besar jebolan Golden Gate University San Francisco, California, Amerika Serikat ini menambahkan bahwa gaya kepemimpinan berani seperti yang ditunjukkan Mentan Amran tergolong langka.

Ia menilai model kepemimpinan tersebut dapat menjadi role model bagi pemimpin masa depan, khususnya dalam sektor strategis seperti pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menilai latar belakang keluarga turut membentuk karakter kepemimpinan Mentan Amran. Diketahui, Amran tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab.

Baca Juga : Ketahanan Pangan Bukan Slogan Politik

Lebih lanjut, Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) itu juga menyebut bahwa secara historis, Mentan Amran merupakan keturunan bangsawan Bugis, cucu dari Raja ke-16 Kerajaan Bone, Lapatau Matanna Tikka, yang dikenal sebagai pemimpin tegas, petarung, dan bijaksana dalam sejarah Sulawesi Selatan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : PROF. MUHAMMAD NUR SADIK (Ketua Departemen Politik dan Kebijakan Strategis BPP KKSS)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda