Dosen Poltekkes Makassar Lakukan Pengabdian Pencegahan Tuberkulosis Paru di Puskesmas
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dua dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar, Dr. Herman dan Dra. Fatmawaty Suaib, melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi perilaku pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru, yang ditujukan kepada para ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar.

Dilaksanakan pada halaman Kantor Kelurahan Banta-bantang kota Makassar, pukul 09.00 – 12.00 wita, pada 1 Oktober 2024 lalu.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai bahaya TB Paru, cara pencegahannya, serta pentingnya pola hidup sehat untuk melindungi keluarga dari penyakit menular ini.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Herman memberikan pemaparan interaktif disertai dengan sesi diskusi untuk memastikan informasi dapat diterima dengan baik oleh peserta.
“Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan memberikan edukasi tentang TB Paru, kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan di rumah masing-masing,” ujar Dr. Herman, Kamis (5/12/2024).
Apalagi, berdasarkan analisis situasi ditemukan bahwa kasus TB Paru di Kota Makassar berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021 terbanyak sebesar 5.421 penderita dari seluruh kabupaten/kota.
Selanjutnya yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar dijumlah kasus TB Paru pada wilayah kerja Puskesmas Mamajang kelurahan Banta-Bantaeng sebanyak 82 penderita.
“Sehingga pencegahan sangat diperlukan,” singkatnya.
Sementara itu, Dra. Fatmawaty menambahkan bahwa pemahaman yang benar tentang TB Paru dapat membantu mencegah penularan lebih lanjut.
“Melalui langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala awal TB, dan memanfaatkan layanan kesehatan, risiko penularan bisa ditekan,” jelasnya.
Dalam pengabdian, kata Fatmawaty masyarakat dalam wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi mengalami peningkatan pengetahuan tentang perilaku pencegahan TB Paru cukup signifikan dari aspek agent, host, dan enveroment pada peserta pengabmas.
“Ditandai dengan kemampuan peserta menjawab pertanyan-pertanyaan yang diberikan,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas edukasi yang diberikan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
Program ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pemerintah dalam pemberantasan TB di Indonesia.
Penulis : Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News