Logo Harian.news

Dosen UIN juga Jadi Korban Curanmor, Sayangkan tak ada Progres Meski Telah Melapor

Editor : Rasdianah Rabu, 29 Mei 2024 12:34
ilustrasi curanmor. Foto: ist/humaspolri
ilustrasi curanmor. Foto: ist/humaspolri

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dialami Siti Rabiyatul Adawiyah (21) pada Jumat (24/5/2024) lalu bukan hal baru dialami mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Samata Kabupaten Gowa, setiap tahun dapat dipastikan ada kasus kehilangan motor di kampus ternama tersebut.

Beberapa pekan sebelum kejadian yang dialami Rabiyatul, sepeda motor milik dosen Keperawatan Ns. Aidah Fitriani juga raib di parkiran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN, tepatnya pada Kamis, 28 Maret lalu.

Aidah nama karibnya menceritakan, motor Mio GT berwarna hitam merah dengan pelat nomor DD 2498 MD miliknya terparkir di pelataran FKIK sejak pukul 08.30 Wita dan ketika bergegas pulang pada 14.30 WITA, motornya sudah tidak lagi berada di tempatnya.

Baca Juga : Pelepasan Petugas Haji, Pria asal Makassar Berbagi Pengalaman Ditunjuk sebagai PPIH 2024

“Sudah lama saya sekitar bulan 3 Kamis (28/3/2024), mungkin saat itu sepi karena berpapasan dengan musim hujan, motor saya hilang dan tidak tahu memang tidak ada yang lihat security waktu itu,” ujarnya kepada Harian.News, Rabu (29/5/2024).

Aidah menyebutkan, setelah kehilangan motor, Ia sempat melakukan pengecekan CCTV, dan seorang pria dengan santainya membobol motornya yang telah dikunci ganda atau kunci stang di parkiran.

“Ku lihat ada di CCTV nda lama ji, dia buka-buka itu, gampang sekali kaya’ orang pengalaman,” ceritanya dengan dialeg Makassar.

Baca Juga : Pelaku Curanmor Beroperasi ‘Bebas’ di UIN Samata Gowa, Begini Respons Pihak Kampus

Ia menambahkan, di waktu kejadian, Ia tidak tahu persis apakah ada pihak keamanan yang melakukan pemantauan atau penjagaan.

Selain menyayangkan motornya yang raib, Aidah juga menyayangkan tidak ada follow up atau progres dari pihak security UIN Samata Gowa terkait kasus ini, padahal kejadian sudah 2 bulan yang lalu.

Ia menyayangkan tak ada progres atau tanda-tanda motor tersebut dicari atau menjadi bahan evaluasi pengamanan di kampus agar tidak lagi terjadi ke depannya.

Baca Juga : Curanmor kembali Beraksi di Gowa, Kapolsek Janji Usut Tuntas

“Tidak ada keamanan kampus yang follow up, dibiarkan begitu saja,” ujarnya pasrah.

Blak-blak, perempuan yang berprofesi sebagai dosen itu menegaskan tidak ada evaluasi keaman dalam kampus UIN Samata Gowa, pasalnya setelah kasus motornya digondol maling, Ia kembali mendengar kabar kehilangan kendaraan dari mahasiswa.

Menurutnya, pelaku memang sangat mudah membobol kendaraan di area kampus. Padahal UIN sendiri memiliki kemampuan keamanan yang cukup mumpuni, yaitu security dan CCTV.

Baca Juga : UIN Sasaran Empuk Curanmor, Security Sebut Sudah Sering Usulkan Adanya Pengecekan Kendaraan

“Kalau ada motor yang hilang lagi, ya berarti memang kurang aman menurut ku, karena ini kan ada security dengan gampagnya orang bawa motor begini, apalagi ada CCTV,” ujarnya.

“Ini artinya tidak ada evaluasi dari pihak keamanan,” lanjutnya menyayangkan.

(NURSINTA)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda