Logo Harian.news

Dua Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan

Editor : Rasdianah Kamis, 16 November 2023 18:14
Dua Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan

HARIAN.NEWS, PASURUAN –¬†Pesawat TNI Angkatan Udara (AU) dikabarkan jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi siang ini.

Sebelumnya beredar video di media sosial terkait dengan peristiwa jatuhnya pesawat tempur tersebut. Beberapa video terlihat jika pesawat tersebut sempat terbakar pada bagian depannya. Terlihat juga bagian pesawat yang hancur, dan menyisakan puing-puing pesawat.

Pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU tersebut kemudian diketahui jatuh di areal pertanian warga, Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : TNI AU: 2 Pesawat Super Tucano Terbang dengan Formasi Jarak Sangat Dekat

Muhammad, warga setempat mengatakan lokasi jatuhnya pesawat tersebut berada di lereng pegunungan yang biasa digunakan warga bertani kentang.

“Lokasinya berada di lereng gunung, areal pertanian warga,” kata Muhammad salah satu warga di Pasuruan.

Camat Puspo, Eddy Santoso membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari informasi yang didapatkan dari Kepala Desa Keduwung, Rupani, yang mengatakan pesawat jatuh di area perkebunan kentang warga.

Baca Juga : Lost Contack 11.48, Kronologi Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan

“Tadi saya dikabari Pak Kades, kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Dan sekarang beliau dalam perjalanan menuju lokasi,” katanya. Ia mengatakan, lokasi jatuhnya pesawat TNI AU cukup susah untuk dilalui jalur kendaraan roda empat.

Hal itu lantaran berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Namun, saat ditanya apakah ada korban jiwa, Eddy belum bisa memastikannya.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, membenarkan insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU itu.

“Iya benar,” kata Kapusdatin BNPB Abdul Muhari saat dihubungi, seperti dikutip dari kumparan, Kamis (16/11/2023).

Pesawat yang jatuh merupakan pesawat jenis Super Tucano. Pesawat tempur taktis itu buatan Brazil yang memiliki kemampuan serang antigerilya (counter insurgency). Ia juga memiliki kemampuan pengendali udara depan (forward air control), dukungan udara dekat (close air support).

Juga memiliki kemampuan penyekatan dan pertahanan udara yang berkecepatan rendah sehingga dapat melakukan identifikasi musuh di medan perang.

Sementara itu belum diketahui identitas penumpang dan pilot dari pesawat TNI AU tersebut. Kondisinya juga belum diketahui.

“Saya belum tahu apa-apa,” kata Kadispen TNI AU Kolonel Agung Sasongkojati.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda