Duka di Iran: Ali Khamenei Gugur, Warga Serukan Perlawanan terhadap AS-Israel

HARIAN.NEWS, TEHERAN – Warga di ibu kota Iran, Teheran, diliputi duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Sejak Minggu (1/3/2026), ribuan warga terlihat memadati alun-alun kota dengan membawa bendera Iran serta foto Khamenei. Tangis dan seruan perlawanan menggema di tengah suasana berkabung nasional yang menyelimuti negeri tersebut.
“Sejak tadi malam ketika saya mendengar berita itu, pesan saya kepada Amerika dan Israel adalah bahwa rakyat Iran tidak akan meninggalkan Pemimpin Tertinggi dengan cara apa pun, dan kami akan melanjutkan gerakan ini,” ujar seorang warga di tengah kerumunan massa seperti dikutip di kompas.com.
Serangan Udara di Teheran
Khamenei bersama tujuh pejabat senior Iran dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran.
Serangan tersebut disebut-sebut sebagai operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar sejumlah titik strategis di ibu kota.
Televisi Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Selain itu, pemerintah menetapkan tujuh hari sebagai hari libur nasional untuk menghormati wafatnya pemimpin tertinggi yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.
Kepergian Khamenei diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap stabilitas politik dan keamanan kawasan Timur Tengah, mengingat peran sentralnya dalam kebijakan domestik maupun luar negeri Iran.
Pernyataan Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dua dari lima target utama serangan terhadap Iran adalah untuk mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir serta mendorong terjadinya perubahan rezim di Teheran.
Pernyataan tersebut mempertegas eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran yang selama ini telah berada pada titik sensitif, khususnya terkait program nuklir Iran dan pengaruh geopolitiknya di kawasan.
Hingga saat ini, situasi di Teheran masih dipenuhi massa berkabung yang menyerukan persatuan nasional serta perlawanan terhadap tekanan asing. Aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik vital untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.
Perkembangan selanjutnya terkait dinamika politik Iran pasca-wafatnya Khamenei masih terus dipantau dunia internasional.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News