Dukung UMKM Temanggung, Ketua Persit Kodim 0706 Kunjungi Kerajinan Batik

TEMANGGUNG, HARIAN.NEWS – Ketua Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0706/Temanggung Ny Yohana Denver bersama pengurus, menyempatkan diri mengunjungi rumah pengrajin batik di Dusun Tegaltemu, RT 03/04 Kelurahan Manding, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kunjungan kerja Ketua Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0706/Temanggung Ny Yohana Denver bersama pengurus ke pengrajin batik salah satu bentuk kepedulian pihak Persit Kodim Temanggung dalam mendukung UMKM daerah.

Disela kunkernya, Ketua Persit KCK Cabang XXVI memberikan apresiasi yang tinggi karena pengrajin telah melestarikan salah satu seni dan budaya lokal berupa batik.

Pengrajin batik Supriyanto bersama istri Ester Setyani Awal menekuni usaha batik ini sejak tahun 2015. Ide ini di gagas oleh suaminya saat mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi Pemkab Temanggung.

Awal mula memulai membatik, Supriyanto mengalami kesulitan lantaran minimnya pengetahuan tentang membatik. Namun, seiring berjalannya waktu, setelah membuat pola dan motif sesuai yang diinginkan, akhirnya bisa dilalui.

“Kami pun memasarkan mengandalkan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dan dari medsos inilah mulai ada pemesan,” ujarnya.

Adapun harga batik olahannya, ia bandrol seharga Rp 200 ribu ada juga yang lebih, sesuai dengan tingkat kesulitan.

Batik made in Supriyanto tembus hingga ke Malaysia dan Philipina, sehingga saat ini ia dapat memberdayakan tetangga untuk membantu meski hanya usaha kecil.

Ketua KCK Persit Kodim 0706/Temanggung bersama pengurus Persit mengunjungi rumah pengrajin batik dalam rangka dukung UMKM daerah Temanggung. (Ft.Mohis/HN)

Sementara itu, Ibu Ester Setyani Awal mengakui bahwa kendala membatik yang dihadapi saat ini adalah cuaca. Artinya, jika cuacanya panas maka akan cepat kering, tetapi jika musim hujan akan terhambat, sebab proses membatik melalui 7 tahap hingga jadi kain batik siap jahit.

“Sejauh ini pihak pemerintah sudah mendukung langsung usaha yang kami tekuni, bahkan bila ada program dari pemerintah kami yang ditunjuk. Kami juga menggelar pelatihan-pelatihan, dengan harapan agar masyarakat khususnya wilayah Temanggung banyak pengrajin batik sehingga dapat terkenal seperti kota batik lainnya,” jelas Ibu Ester. (Mohis)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News