Dulu Raja Lautan, Kini Gowa Kehilangan Pesisirnya

HARIAN.NEWS, GOWA – Siapa sangka, daerah yang pernah menjadi pusat kejayaan maritim di masa silam, kini hanya menyisakan sepotong kecil pantai? Itulah realita yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan—bekas wilayah megah Kerajaan Gowa, kerajaan maritim terbesar di Indonesia Timur pada abad ke-16 hingga ke-17.
Kerajaan Gowa pernah berjaya dengan kekuatan armada lautnya, menguasai jalur perdagangan rempah-rempah, dan menjalin hubungan diplomatik hingga ke mancanegara. Namun, sisa-sisa kejayaan itu kini hanya bisa ditemukan di Pantai Pammandongang, Desa Salajangki, Kecamatan Bontonompo Selatan.
Pantai Pammandongang menjadi satu-satunya garis pantai yang masih masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Gowa. Menurut Alamsyah Ahmad Daeng Sipato, tokoh pemuda Bontonompo Selatan, garis pantai Gowa saat ini hanya tersisa sekitar 500 meter saja.
“Dulunya panjang pantai Gowa hampir satu kilometer. Tapi abrasi yang terjadi setiap tahun menyebabkan pesisir ini terus menyusut,” ujar Alamsyah.
Abrasi dan alih fungsi lahan di sepanjang garis pantai Sulawesi Selatan memang menjadi masalah serius. Sementara wilayah pesisir lainnya yang dulunya juga bagian dari pengaruh Kerajaan Gowa—seperti di sebelah barat Pammandongang—kini masuk ke wilayah administratif Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.
“Secara historis, wilayah ini memang pernah satu dalam konteks kerajaan besar. Tapi saat ini, dominasi wilayah pantai yang membentang puluhan kilometer lebih banyak dimiliki Takalar dan Makassar,” tambah Alamsyah.
Sejarah Besar, Luas Pantai Menyusut
Ironi sejarah ini menjadi refleksi penting bagi generasi masa kini. Betapa wilayah yang dulu dikenal sebagai “raja lautan” kini harus puas dengan garis pantai sepanjang setengah kilometer.
Sejumlah pemerhati sejarah dan lingkungan mendorong agar wilayah pesisir yang tersisa ini dijaga dan dikembangkan sebagai kawasan edukasi sejarah dan konservasi.
Panta Pammandongang bisa menjadi bukti hidup kejayaan Kerajaan Gowa sekaligus peringatan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi dan eksploitasi. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN