Film Pabrik Gula, Mengisahkan Teror Horor Kala Musim Panen Tebu

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Film horor terbaru berjudul “Pabrik Gula” resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Maret 2025.
Film ini diadaptasi dari cerita horor viral yang ditulis oleh SimpleMan dan disutradarai oleh Awi Suryadi.
Berdurasi 2 jam 13 menit, Pabrik Gula hadir dalam dua versi, yakni versi Jam Kuning (17+) yang tayang pada siang hari dan versi Jam Merah (21+) yang merupakan versi uncut dan tayang malam.
Pabrik Gula full movie menceritakan kisah sekelompok pekerja musiman yang direkrut untuk membantu proses panen dan penggilingan tebu di sebuah pabrik tua di Jawa Timur pada tahun 2003.
Tokoh utama, Wati, memutuskan menyusul tunangannya, Hendra, untuk bekerja di pabrik tersebut sebagai persiapan pernikahan mereka.
Kejadian horor mulai terjadi saat Wati dan teman-temannya mulai menempati loji masing-masing. Salah satu pekerja, Endah, menjadi saksi pengalaman gaib yang dimulai dengan suara peluit misterius, bayangan sosok tidak dikenal, hingga penampakan pertunjukan wayang mistis di sebuah gudang tua.
Insiden tersebut membuatnya sadar bahwa ia telah melanggar aturan jam malam yang ketat di pabrik itu, yang disebut sebagai jam kuning dan jam merah.
Penulis skenario Lele Laila sebelumnya sukses menulis film horor seperti KKN di Desa Penari, Badarawuhi di Desa Penari, Thagut, Qorin, dan Ivanna.
Film Pabrik Gula menjadi kolaborasi kedua antara Lele Laila dan Awi Suryadi dari kisah SimpleMan.
Aktor Arbani Yasiz didapuk sebagai pemeran utama dalam film produksi MD Pictures ini, setelah sebelumnya tampil dalam Thagut dan Ancika.
Dengan latar suasana pabrik tua dan teror gaib, Pabrik Gula memperkuat posisi Awi Suryadi sebagai sutradara spesialis horor yang konsisten berkarya sejak 2018.
Film ini menjadi tontonan yang memadukan horor psikologis dengan unsur budaya lokal, dan menawarkan sensasi mencekam yang berbeda dari film horor kebanyakan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News