Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? Jadi Ruang Refleksi Perjuangan Single Mom

Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? Jadi Ruang Refleksi Perjuangan Single Mom

HARIAN.NEWS, MAKASSAR –  Film religi drama Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM) menghadirkan kisah yang menyayat hati tentang perjuangan seorang ibu tunggal dalam menghadapi ujian hidup.

Film ini mendapat respons hangat dari berbagai kalangan, termasuk para pemangku kepentingan dan komunitas perempuan, dalam rangkaian nonton bareng (nobar) yang digelar di sejumlah kota di Indonesia termasuk Makassar.

Sekretaris PKK Kota Makassar menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada tim PKK dan Dekranasda untuk menikmati film tersebut. Ia menilai film ini menyentuh dan relevan dengan realitas kehidupan banyak perempuan.

“Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada kami dari tim PKK dan Dekranasda untuk bisa menikmati film ini. Kisahnya sangat menyentuh dan dekat dengan kehidupan perempuan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Ricky Satria. Menurutnya, film TBKM merefleksikan realitas sosial masyarakat yang kerap menilai dan menebak kehidupan orang lain tanpa memahami sepenuhnya.

“Filmnya seperti realita masyarakat. Tentang manusia yang suka menebak-nebak sendiri. Ini film yang menarik dan saya rekomendasikan, apalagi menjelang Ramadan. Nonton filmnya, pakai nontunai, dan jadi orang baik,” kata Ricky.

Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dibintangi Revalina S. Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, dan Annisa Kaila. Ceritanya berfokus pada Sarah, seorang single mom yang harus membesarkan anak remajanya seorang diri setelah diceraikan suaminya. Ujian hidupnya semakin berat ketika ia harus menerima kembali mantan suaminya yang terserang stroke, bersama istri barunya, untuk tinggal di rumahnya.

Karakter Sarah yang diperankan Revalina S. Temat menjadi representasi nyata perjuangan banyak ibu tunggal di luar sana. Konflik batin, pengorbanan, dan keteguhan hati Sarah menggambarkan beratnya beban emosional yang kerap dipikul perempuan dalam situasi serupa.

“Sarah adalah cerminan perempuan dan single mom yang mandiri dan kuat. Dia mampu mengambil keputusan berani di titik terendah hidupnya. Karakter ini mewakili banyak perempuan yang sedang berjuang di luar sana,” ujar Revalina.

Film ini juga mendapat apresiasi dari Atalia Praratya yang turut menonton saat nobar di Bandung. Ia menilai TBKM sebagai film reflektif yang mendorong perempuan untuk berdaya dalam menghadapi ujian hidup.

“Film ini bagus sekali karena mendorong perempuan agar mampu berdaya. Ujian apa pun, kalau perempuan berdaya, insyaallah kita mampu berdiri tegak,” ungkap Atalia.

Sementara itu, Annisa Kaila yang memerankan karakter Laila berharap film ini juga dapat menjadi pelukan hangat bagi anak-anak dari keluarga broken home.

“Film ini bukan hanya untuk single mom, tapi juga untuk teman-teman dari keluarga broken home. Semoga karakter Laila bisa mewakili suara yang selama ini jarang didengar,” ujarnya.

Suasana haru mewarnai rangkaian nobar dan meet and greet bersama jajaran pemeran di sembilan kota, yakni Bandung, Tangerang, Makassar, Solo, Palembang, Jakarta, dan Banjarmasin sepanjang 16–25 Januari 2026. Dua kota lainnya, Surabaya dan Bekasi, dijadwalkan menjadi lokasi nobar lanjutan pada 30 dan 31 Januari 2026.

Diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, serta disutradarai Jay Sukmo, film ini menjadi ko-produksi Indonesia–Malaysia bersama Astro Shaw. Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? diharapkan menjadi ruang refleksi awal 2026 tentang keteguhan, kerapuhan, dan kekuatan perempuan dalam menemukan makna di tengah kesulitan hidup.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News