Film Uang Passolo Diputar Perdana di XXI Panakkukang, Usung Realita Pernikahan Bugis-Makassar

Film Uang Passolo Diputar Perdana di XXI Panakkukang, Usung Realita Pernikahan Bugis-Makassar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Film lokal “Uang Passolo” resmi menggelar Gala Premier di XXI Panakkukang Makassar, Senin, 05 Januari 2026. Film ini resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2025.

Acara Gala Premier ini dihadiri ratusan penonton dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat publik, pelaku industri kreatif, hingga konten kreator Makassar yang antusias menyaksikan karya anak daerah tersebut.

Film Uang Passolo mengangkat cerita sepasang kekasih, Rizky dan Biba, yang diperankan oleh Imran Ismail dan Mashita Aspah. Keduanya digambarkan sebagai pasangan muda yang ingin melangsungkan pernikahan dengan keterbatasan dana, namun harus berhadapan dengan tuntutan budaya yang telah turun-temurun.

Dalam alur ceritanya, Rizky dan Biba awalnya sepakat menggelar konsep wedding intimate dengan mengundang keluarga inti saja demi menekan biaya. Namun, adat dan ekspektasi keluarga besar, khususnya dari pihak mempelai perempuan mengharuskan pernikahan digelar secara besar-besaran dengan biaya yang tidak sedikit.

Tekanan budaya tersebut membuat pasangan ini kelabakan. Demi memenuhi keinginan keluarga, Rizky bahkan nekat menggadaikan sertifikat rumah agar prosesi pernikahan tetap terlaksana. Konflik memuncak ketika harapan bahwa utang akan tertutup setelah uang passolo terkumpul justru membawa persoalan baru dalam rumah tangga mereka.

Konten kreator asal Makassar, Fenny Frans, menilai Uang Passolo sebagai film yang relevan dengan realitas sosial masyarakat Sulawesi Selatan.

“Film ini wajib ditonton karena ceritanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama soal tidak mengharapkan sesuatu yang terlalu besar, apalagi berharap utang bisa lunas hanya karena uang passolo,” ujarnya kepada harian.news.

Ia menambahkan, film ini tidak hanya menyentuh sisi budaya, tetapi juga mengajak penonton berpikir lebih realistis dalam memaknai pernikahan.

Apresiasi juga datang dari Dinas Pariwisata Kota Makassar. Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyambut baik kehadiran film Uang Passolo sebagai karya lokal yang mengangkat budaya daerah.

“Kami sangat mengapresiasi karya anak Makassar yang mengangkat budaya lokal. Film seperti ini penting untuk dikembangkan dan dipelajari, agar nilai-nilai budaya bisa menjadi pelajaran ke depannya, khususnya bagi generasi muda,” katanya.

Menurutnya, film lokal berpotensi menjadi medium edukasi budaya sekaligus sarana promosi identitas Makassar melalui pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan masyarakat.

Dengan balutan cerita keluarga, konflik budaya, dan realita ekonomi, Uang Passolo diharapkan mampu membuka ruang diskusi tentang makna pernikahan, tradisi, serta kesiapan pasangan dalam membangun kehidupan bersama.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News