Gantala Jarang, Kuliner Khas Jeneponto yang Bikin “Nendang”

JENEPONTO, HARIAN.NEWS – Gantala Jarang adalah makanan khas di Kabupaten Jeneponto yang di juluki butta ‘Karaeng’.
Makanan Gantala Jarang ini biasa di temukan saat acara pengantin, khitanan dan pesta adat. Namun momen lebaran Idulfitri 1444 Hijriah ini, sebagian warga Jeneponto menjadikan menu untuk tamu sanak keluarga yang datang.
Seperti yang sajikan salahsatu warga di Tamalatea Jeneponto. Gantal Jarang, berasal dari kata “gantala” yang berarti kuah. Sedangkan kata “ jarang” merujuk pada bahasa Makassar yakni kuda.
Daging kuda yang di iris kecil yang dimasak tanpa rempah dan bau yang khas, kemudian dituangkan ke rebusan air lalu di taburi dengan garam dan vitsin.
Makanan itu dulunya hanya dapat di jumpai di acara pernikahan dan khitanan, maupun pesta adat masyarakat Jeneponto, kini gantala jarang ditemukan di pasar – pasar tradisional.
Tak heran jika masyarakat di kabupaten Jeneponto sangat meminati masakan olahan daging kuda.
Selain dagingnya yang enak juga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi tubuh.
Gantala Jarang ini di percaya sebagai obat anti tetanus, bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia yakni penambah stamina tubuh, menyembuhkan sakit rematik, baik untuk pertumbuhan otot, meredakan pegal, menstabilkan kadar kolesterol hingga menguatkan tulang.
Berbagai sumber yang dihimpun media ini, daging kuda tersebut biasanya dijadikan menu untuk menjamu tamu pada acara pesta pernikahan, khitanan, dan pesta adat.
Tak hanya dengan dagingnya yang di percaya sebagai obat anti tetanus akan tetapi minyak kuda juga dipercaya menyembuhkan luka seperti, luka pada luka goresan, luka tertusuk pada benda karatan.
Cara olahan pada minyak kuda itu, lemak pada daging di goreng hingga kering lalu menghasilkan minyak.
Diketahui harga daging kuda Jelan hari lebaran dan setelah lebaran hari raya idul fitri ini kini tembus dengan harga Rp. 170 Per kilogram hingga Rp.190 Per kilogram.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : Aswin R